Sejumlah Program DCML Samiran Terhambat Pandemi Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOYOLALI – Meski dianggap telah berhasil memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta membebaskan dari kemiskinan, pihak Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran menilai, hingga saat ini Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Samiran, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, belum sepenuhnya bisa mandiri.

Atas dasar itulah pihak pengelola berharap agar Yayasan Damandiri sebagai salah satu yayasan Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, yang hingga kini terus berkiprah di tengah masyarakat, dapat terus memberikan pendampingan dan pemberdayaan melalui program yang selama ini dijalankan. Terlebih selama setahun terakhir, DCML Samiran fokus pada sektor pariwisata, yang juga terdampak adanya pandemi Covid-19.

“Adanya pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap perkembangan DCML Samiran. Minimnya wisatawan selama beberapa bulan terakhir, jelas membuat pendapatan sejumlah unit usaha seperti homestay, warung kafe hingga tempat wisata taman bunga menurun drastis. Sementara unit simpan pinjam juga mengalami kendala, karena banyak pinjaman anggota yang mulai macet akibat sektor pertanian yang juga tak bisa jalan,” ujar Manajer Umum Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran, Bayu Pramana, dijumpai Rabu (17/2/2021).

Bayu mengatakan, di saat krisis seperti inilah, peran Yayasan Damandiri dianggap sangat penting, dan diharapkan mampu memulihkan ekonomi masyarakat Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran. Khususnya mereka yang terdampak pandemi maupun bencana lainnya, seperti erupsi gunung Merapi serta cuaca ekstrem di musim penghujan.

“Kita berharap tahun 2021 ini pihak Yayasan Damandiri bisa lebih support. Karena di situasi seperti inilah masyarakat sebenarnya sangat membutuhkan dukungan. Sehingga koperasi bisa lebih berperan dalam mempercepat pemulihan ekonomi di Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran,” katanya.

Lebih lanjut Bayu mengakui, sejak adanya pandemi Covid-19, banyak rencana program yang telah disusun dan diajukan oleh koperasi belum bisa direalisasikan. Sehingga hal itu menghambat upaya pemulihan ekonomi bagi masyarakat Desa Cerdas Mandiri Lestari Samiran.

“Mudah-mudahan sejumlah rencana program yang belum bisa terealisasi di tahun 2020 lalu bisa segera direalisasikan pada tahun 2021 ini. Sehingga bisa memberikan dampak positif bagi seluruh warga. Karena warga masyarakat juga sangat menanti adanya program pemberdayaan dari koperasi ini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri menetapkan Desa Samiran sebagai desa binaan sejak tahun 2017 lalu. Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari, Yayasan Damandiri melakukan berbagai upaya pemberdayaan di antaranya dengan membangun sejumlah unit usaha di sektor pariwisata. Mulai dari homestay, warung, tempat wisata hingga unit simpan pinjam.

Selama 3 tahun berjalan, upaya yang dilakukan Yayasan Damandiri melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran ini langsung berhasil mengubah kondisi desa.

Desa Samiran yang sebelumnya hanya fokus di sektor pertanian kini mulai berani mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi warga. Sehingga pendapatan dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Lihat juga...