Sejumlah Sekolah di Jember Belum Cairkan Dana PIP

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Sebagian sekolah di Jember belum melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) hingga saat ini. Untuk proses pencairan periode 2019/2020 akan berakhir pada akhir bulan Februari 2021.

“Penerima Program Indonesia Pintar terancam gagal melakukan pencairan, apabila melewati akhir bulan Februari tahun ini. Terpantau, masih ada beberapa sekolah di Jember yang belum melakukan pencairan sampai saat ini, sedangkan pencairan itu ada batas akhirnya,” ujar Asisten Manajer Operasional Bank Rakyat Indonesia (BRI), Ahmad Faishol kepada Cendana News, Kamis (4/2/2021).

Sekolah yang mendaftarkan siswanya dalam PIP, saat ini pencairan bisa dilakukan secara kolektif oleh kepala sekolah atau salah satu perwakilan untuk mendatangi bank yang diberikan wewenang melakukan pencairan.

“Penerima sebelumnya dapat melakukan pencairan sendiri, namun sejak tanggal 30 Maret berdasarkan aturan yang di keluarkan oleh pemerintah pusat, hanya perwakilan dari salah satu pihak sekolah yang mendaftarkan PIP. Mekanisme ini baru diterapkan setelah masa pandemi Covid-19 terjadi,” sebutnya.

Faishol, saat ditemui di kantornya di sela aktivitas pekerjaan di kantor BRI A. Yani, Jember, Kamis (4/2/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Sebelumnya pencairan itu bisa dilakukan oleh para pihak yang menerima program tersebut. “Untuk menghindari terjadinya kerumunan kami mengimbau, pencairan diwakilkan oleh salah satu pihak dari sekolah yang bersangkutan,”  imbuhnya.

Untuk penerima PIP sendiri jumlahnya berbeda pada masing-masing setiap orangnya. Saat ini pihak dari bank hanya memiliki wewenang melakukan pencairan untuk tingkat sekolah dasar (SD) dan tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

“Penerima PIP setiap orangnya jumlahnya tidak sama. Tingkat SD jumlah nominal yang diterima ada yang berjumlah Rp225.000 dan Rp450.000 per orangnya, serta tingkat SMP nominal yang diterima ada yang berjumlah Rp225.000 dan Rp750.000, dan pencairan itu dilakukan 1 tahun sekali,” jelasnya.

Pendataan penerimaan PIP dilakukan oleh pihak sekolah di masing-masih daerah. Pihak sekolah kemudian mengirimkan data ke pemerintah pusat. Proses penerimaan PIP menjadi satu pintu di pemerintah pusat. Dalam hal ini pemerintah pusat yang menentukan siapa saja yang dapat menerima PIP tersebut.

“Sebagai lembaga keuangan, bank hanya dapat melakukan pencarian. Terkait tentang pendataan siapa saja orang-orang yang mendapatkan, serta berapa total yang dapat menerima program tersebut di Kabupaten Jember, dari pihak bank tidak mengetahuinya. Kami hanya menyalurkan pencairan dan menginformasikan bahwa PIP  sudah dapat dicairkan,” jelasnya.

Bidang TK/SD Dinas Pendidikan Jember, Dhebi Dhebora, di kantornya, Kamis (4/2/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Sementara itu, Bidang TK/SD Dinas Pendidikan, Dhebi Dhebora, menyebutkan terkait pendataan bagi penerima PIP, pihaknya hanya sebagai penyalur informasi.

“Informasi itu kami sampaikan ke pada pihak-pihak sekolah yang mendaftarkan siswa-siswinya dalam program tersebut. Pendataan itu dilakukan oleh daerah yang langsung dikirim ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Dikatakan Dhebi, keterlibatan Dinas Pendidikan terhadap pendataan sampai pada penerimaan. Dinas Pendidikan hanya menyampaikan informasi kepada sekolah yang diperoleh dari pemerintah pusat, dan bank yang memiliki wewenang tentang itu. Yakni, tentang pencairan.

“Setelah pemerintah pusat menerima data-data yang diajukan oleh masing-sekolah, pencariannya langsung diserahkan ke bank yang memiliki wewenang, sistemnya top down langsung. Apabila ada informasi pencairan dari pemerintah pusat dan bank, maka kami langsung informasikan kepada sekolah,” pungkasnya.

Lihat juga...