Sekolah Terapkan Sistem Daring-Luring Penuhi Target RPP

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah sekolah di Lampung, menerapkan sistem pembelajaran kombinasi untuk memenuhi target Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Siti Nurjanah, salah satu guru di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah, Penengahan, Lampung Selatan, menyebut siswa dan guru menerapkan belajar dalam jaringan dan luar jaringan. Kedua sistem diterapkan, agar kurikulum terpenuhi.

Selama masa pandemi Covid-19, Siti Nurjanah menyebut siswa dan guru mendapat bantuan kuota internet. Bantuan kuota internet tersebut dipergunakan guru untuk menyampaikan materi pelajaran dan tugas. Sejumlah mata pelajaran yang diberikan oleh guru dikerjakan siswa melalui aplikasi. Kreativitas guru dilakukan dengan pemberian materi dan tugas menjadi cara memenuhi target RPP.

Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran oleh Lusia Yuli Hastiti, salah satu guru SMP di Kecamatan Marga Sekampung, Lampung Timur, Kamis (11/2/2021). -Foto: Henk Widi

Beberapa guru memberikan tugas melalui lembaran kertas, difoto dan dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp. Tugas siswa akan dikirimkan ke guru kelas dengan sistem bergantian. Penerapan protokol kesehatan bagi guru dan siswa tetap menjadi perhatian. Memasuki semester genap, siswa dan guru telah terbiasa menerapkan belajar daring.

“Orang tua membantu sejumlah kesulitan siswa dalam penggunaan smartphone dalam pengerjaan tugas, karena telah kami beri penjelasan syarat untuk kenaikan kelas dan kelulusan mengacu pada sejumlah ketentuan sesuai nilai yang diperoleh siswa pada tugas yang diberikan,” terang Siti Nurjanah, Kamis (11/2/2021).

Siti Nurjanah bilang, selain belajar daring sejumlah guru juga melakukan home visit. Kunjungan ke rumah atau home visit bisa dilakukan karena siswa tinggal pada satu desa. Terlebih, wilayah desa di kaki Gunung Rajabasa merupakan zona hijau yang memungkinkan guru mendatangi siswa. Cara tersebut dilakukan untuk melihat kesulitan orang tua dan siswa saat belajar daring sekaligus memberi tugas.

Siti Nurjanah optimis, RPP yang telah ditargetkan bisa tercapai. Terlebih, memasuki semester genap simulasi belajar tatap muka juga diberlakukan. Pada masa adaptasi kebiasaan baru, sekolah masuk zona hijau melakukan kombinasi belajar luar jaringan. Mendekati kenaikan kelas, siswa dipacu untuk lebih aktif belajar, terutama sebagian akan naik ke jenjang SMP.

“Kesiapan mental siswa yang akan masuk jenjang SMP juga kita bina, sebab sistem belajar daring berpotensi masih diberlakukan hingga batas waktu yang belum diketahui,”cetusnya.

Simulasi pembelajaran tatap muka juga diterapkan di sejumlah SD negeri. Topan Hariyono, kepala SDN 1 Pasuruan, Kecamatan Penengahan, menyebut guru dan siswa tetap harus memenuhi target RPP. Kombinasi pembelajaran daring dan luring, menurutnya telah diberlakukan. Sejumlah guru menggunakan aplikasi WhatsApp untuk sejumlah tugas.

Sistem shift untuk siswa yang melakukan KBM tatap muka di sekolah pernah dilakukan. Namun karena wilayah Lamsel sempat masuk zona merah penyebaran Covid-19, sistem belajar daring total diberlakukan. Sejumlah target pembelajaran yang dilakukan guru mata pelajaran, selalu dievaluasi. Pengawas sekolah akan memantau sekolah dalam pembelajaran selama Covid-19.

“Evaluasi sistem pembelajaran dilakukan intern setiap sekolah dan oleh pengawas sekolah,” bebernya.

Lusia Yuli Hastiti, salah satu guru SMP di Marga Sekampung, Lampung Timur, juga menyebut RPP harus dipenuhi. Pada kondisi normal, para tenaga pendidik menerapkan kurikulum 2013 (K13), namun imbas pandemi Covid-19 kurikulum tidak bisa dilakukan utuh. Strategi para guru dengan kombinasi belajar daring dan luring. Dua sistem dilakukan untuk memenuhi target RPP. Ada pun RPP daring mengacu pada Edaran Kemendikbud No. 14 Tahun 2019.

Sistem pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), sebut Lusia, dipantau pengawas sekolah. Pemantauan PJJ selalu dievaluasi melalui aplikasi Google formulir yang harus diisi para guru. Sistem pemantauan PJJ 2021 tersebut berisi nama, email, NIP, unit kerja, mata pelajaran, nama pengawas pembina. Pelaksanaan PJJ, persentase siswa dan kendala harus diisi para guru.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban tenaga pendidik, bukti fisik RPP dan sampel hasil kerja siswa disertakan. Sistem tersebut menjadi cara pemantauan bagi pengawas untuk melihat kinerja guru. Kendala guru dan siswa bisa terlihat, dan bukti fisik RPP guru dan hasil kerja siswa menjadi bukti KBM tetap dilakukan kala pandemi.

Lihat juga...