Sektor Pertanian Tumbuh Positif pada 2021

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF),Tauhid Ahmad mengatakan, sektor pertanian tetap tumbuh positif pada tahun 2021 diproyeksikan di angka 2 persen, dan berkontribusi bagi peningkatan ekspor maupun penyerapan tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertanian merupakan satu dari tujuh sektor yang tumbuh positif, sedangkan 10 sektor lainnya mengalami kontraksi.

Ini menurutnya, dibuktikan pertumbuhan sektor pertanian triwulan IV 2020 sebesar 1,75 persen, sehingga dipastikan tahun 2021 sektor ini tetap tumbuh signifikan.

Ekspor pertanian selama pandemi Covid-19 juga menunjukkan kinerja positif sebesar 14,03 persen, meskipun memang menurutnya, total ekspor nasional secara keseluruhan mengalami kontraksi 2,61 persen.

“Ketika pertumbuhan ekonomi kita mengalami kontraksi 2,07 persen pada 2020, sektor pertanian tumbuh di angka 1,75 persen. Kontribusinya pada Produk Domestik Bruto (PDB) yakni 13,7 persen. Tahun 2021, diproyeksi sektor pertanian tumbuh di angka 2 persen, tapi jika Covid-19 teratasi bisa 3 persen,” ujar Tauhid, kepada Cendana News saat dihubungi, Senin (22/2/2021).

Namun meskipun diproyeksi bertumbuh positif di tahun 2021, Tauhid mengingatkan bahwa sektor pertanian masih banyak menghadapi tantangan. Seperti kesediaan pupuk subsidi yang masih minim sehingga harus terus ditingkatkan.

Karena jika tidak terpenuhi tentunya akan mempengaruhi keberhasilan target produksi pertanian yang ditetapkan. Apalagi Kementerian Pertanian (Kementan) telah memotong anggaran yang cukup signifikan, sebesar Rp6,3 triliun dari pagu awal Rp21,83 triliun menjadi Rp15,5 triliun.

Maka itu menurutnya, sektor pertanian perlu dukungan maksimal dari pemerintah dan stakeholder untuk memberikan solusi bagi permasalahan para petani.

“Harus ada intervensi yang serius untuk melakukan perubahan dari sisi investasi, juga pupuk subsidi diantisipasi peningkatannya, dan kebijakan perdagangan untuk impor produk pertanian,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pemerintah ke depan harus lebih memperhatikan kesejahteraan petani. Karena negara-negara maju saja terlihat sangat berpihak pada kehidupan para petani.

“Kalau pertanian jadi prasyarat untuk negara maju, ya tentu kesejahteraan petani harus lebih ditingkatkan. Diharapkan keberpihakan pemerintah Indonesia pada petani juga lebih ditingkatkan sehingga kesejahteraan mereka terwujud,” pungkasnya.

Lihat juga...