Semasa Hidup, Pak Biakto Kerap Beri Masukan ke Menteri Baru

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Mantan Menteri Koperasi era Orde Baru, Subiakto Tjakrawerdaja (alm), akrab disapa Pak Biakto, selama ini dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen luar biasa dalam membangun perekonomian Indonesia melalui koperasi. 

Meski tak lagi menjabat sebagai menteri, Subiakto yang aktif sebagai ketua Yayasan Damandiri sejak 2016, dikenal tak pernah ragu untuk berkontribusi membantu pemerintah dalam membangun dan memajukan koperasi di Tanah Air.

Selain aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan berbasis koperasi lewat Yayasan Damandiri yang dipimpinnya, Subiakto semasa hidup juga tak pernah absen dalam memberikan sumbangsihnya, baik berupa ide maupun konsep pemikiran terkait koperasi kepada pemerintah.

“Setiap ada mentri koperasi baru , Pak Subiakto (alm) akan selalu datang untuk bersilaturahmi. Di situlah alm turut menyampaikan ide gagasannya, serta saling bertukar konsep untuk bersama-sama membangun koperasi di Indonesia,” ujar Sekretaris Yayasan Damandiri, Firdaus.

Menurut Firdaus, hal tersebut menunjukkan begitu besarnya komitmen Subiakto Tjakrawerdaya, dalam membangun perkoperasian di Indonesia. Bahkan, tiga hari sebelum wafat, Pak Subiakto masih sempat menyampaikan keinginannya melihat koperasi di Indonesia tumbuh besar. Dan, menjadi lembaga keuangan yang tak kalah dengan perusahaan-perusahaan modern.

“Tiga hari sebelum meninggal, beliau (alm) masih sempat bercerita ingin koperasi di Indonesia ini bisa berjalan seperti perusahaan modern. Yakni, memiliki sistem yang baik, manajemen yang baik, teknologi yang modern, dan lain-lain. Sehingga bisa membantu ribuan, bahkan jutaan warga miskin di Indonesia,” ungkapnya.

Hal tersebut juga diamini Bendahara Yayasan Damandiri, Siswanto Djojodisastro. Ia menceritakan, bahwa sebelum wafat, Pak Subiakto sebenarnya tengah menulis sebuah buku yang berisi konsep-konsep pemikiran beliau (alm) mengenai ekonomi Pancasila, serta koperasi Indonesia. Lewat buku itulah, Subiakto ingin menyumbangkan ide dan gagasannya kepada generasi muda.

“Beliau sebenarnya tengah menulis buku mengenai Ekonomi Pancasila, yang berisi tentang dasar-dasar ekonomi di Indonesia, koperasi, dan lain-lain. Karena, menurut beliau koperasi yang ada di Indonesia itu beda dengan yang ada di Eropa. Karena menerapkan prinsip gotong-royong, dan koperasi menjadi soko guru pembangunan ekonomi di Indonesia,” katanya.

Lihat juga...