Sembilan Rumah Warga di Sikka Rusak Diterjang Angin Kencang

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sembilan rumah warga di Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, rusak akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kampung di pesisir pantai selatan Flores ini. Warga pun terpaksa meminjam seng dan segera mengatapi rumah mereka, dibantu para tetangga lainnya yang rumahnya tidak mengalami kerusakan, agar perabotan dan lainnya tidak rusak terkena hujan.

“Kejadiannya kemarin, sekitar jam 10 pagi ada hujan deras disertai angin kencang,” kata Honorarius Quintus Ebang, warga Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, saat ditemui di kantor Wahana Tani Mandiri di Kelurahan beru, Kota Maumere, Jumat (5/2/2021).

Intus, sapaannya, menyebutkan akibat kejadian ini, 4 rumah di Desa Sikka yang berada dekat laut atapnya terbang terbawa angin, sehingga warga menutupi sementara atapnya menggunakan terpal.

Warga Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, NTT, Honorarius Quintus Ebang, saat ditemui di Kantor Wahana Tani Mandiri (WTM) di Kelurahan Beru, Kota Maumere, Jumat (5/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Usai kejadian, kata dia, warga bersama pemilik rumah memperbaiki kembali atap rumah tersebut. Sebab, saat ini sedang musim hujan sehingga dikuatirkan akan menyebabkan perabotan yang ada di dalam rumah mengalami kerusakan.

“Setelah kejadian, warga bersama pemilik rumah bahu membahu memperbaiki atap yang terbang terbawa angin kencang. Ada yang meminjam seng di tetangga untuk dipergunakan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Intus menjelaskan, kejadian angin kencang setiap tahun selalu melanda Desa Sikka dan sekitarnya, termasuk juga gelombang tinggi yang menyebabkan abrasi dan merusak rumah warga.

“Rumah warga Desa Sikka berada tak jauh dari bibir pantai, apalagi ombak pantai selatan terkenal ganas. Saat musim hujan dan angin kencang, selalu saja ada rumah warga yang rusak,” ucapnya.

Salah seorang warga Desa Sikka lainnya, John da Gomez, mengakui rumah orang tuanya yang berada dekat dengan pantai juga mengalami kerusakan, dan atapnya terbawa angin kencang.

John mengatakan, setelah kejadian pihaknya menutupi atap yang mengalami kerusakan dengan terpal untuk sementara waktu, dan telah menghubungi BPBD Sikka agar bisa diberikan bantuan.

“Kejadiannya kemarin pagi, tiba-tiba terjadi angin kencang. Kami sudah menghubungi kantor BPBD Sikka dan Dinas Perumahan Rakyat, agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, data dari BPBD Kabupaten Sikka menyebutkan, kerusakan rumah terjadi di 2 desa Kecamatan Lela, yakni 5 rumah milik warga di Dusun Sikka, Desa Sikka dan 4 rumah milik warga di Dusun Bangboler, Desa Hepang.

Lihat juga...