Seribu Guru Honorer di Flotim Ikuti Pendampingan Virtual P3K

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Sebanyak 1.000 orang guru honorer di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengikuti kegiatan pendampingan secara virtual, persiapan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2021 gelombang ke II.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini pendampingan secara virtual bagi para guru honor untuk mengikuti pendaftaran P3K,” kata Ketua Persatuan Guru republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian saat dihubungi, Kamis (18/2/2021).

Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur,Maksimus Masan Kian saat ditemui di sekertariat PGRI di Kota Larantuka, Sabtu (13/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Maksi sapaannya menjelaskan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan, Rabu (10/2) dan pihaknya pun sebelumnya pada tanggal 25 Januari 2021 menyelenggarakan kegiatan yang sama dengan melibatkan 300 guru honor.

Dia menyebutkan, gelombang pertama dengan melibatkan 300 peserta ini belum representatif sehingga didorong untuk pelaksanaan pendampingan gelombang kedua.

“Peserta 1000 guru honor ditarget representatif dengan total guru honor di Kabupaten Flores Timur,” ungkapnya.

Maksi menegaskan, pendampingan virtual menjadi bagian penting persiapan guru honor Flores Timur untuk mengikuti lomba.

Diakuinya, memang, proses pendampingan, tidak menjadi jaminan kelulusan tetapi persiapan diri, baik teknis maupun pengetahuan perlu dilakukan.

Ia menegaskan, terkait persiapan teknis kiranya disiapkan secara baik, data di Dapodik, KTP, Kartu Keluarga, pas foto dan dokumen terkait lainnya.

“Informasi di pusat, selalu berubah dari waktu ke waktu, teman teman guru mesti rajin mengakses informasi. Untuk tahun 2021 ini, fokus melakukan persiapan diri, jika ingin mendapatkan hasil terbaik. Ini kesempatan bagus dan manfaatkan,” pesannya.

Sekretaris PGRI Kabupaten Flores Timur, Ilona Fernandez Aikoli menambahkan, tampil sebagai pemateri tunggal dalam kegiatan ini yakni Yunina Resmi Prananta, M.Pd, Guru Inovatif Nasional.

Ilona mengatakan, Yunita dalam materinya menjelaskan seputar syarat teknis, jadwal pendaftaran, gambaran soal, juga melibatkan peserta dalam latihan soal dengan durasi waktu yang cepat.

“Peserta yang adalah guru-guru honor se Kabupaten Flores Timur, nampak antusias. Walau banyak wilayah terkendala jaringan internet, listrik PLN padam tapi semangat mereka luar biasa,” ucapnya.

Ilona menambahkan, beberapa peserta pelatihan harus lari ke kampung lain, memilih tempat yang tinggi, untuk mendapatkan jaringan yang baik

Lihat juga...