Setengah Populasinya Sudah Divaksin, Israel Buka Kembali Aktivitas Ekonomi

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menerima vaksin penyakit virus korona (COVID-19) di Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel (19/12/2020) – foto Ant

JERUSALEM – Israel membuka kembali sebagian besar akivitas ekonominya, termasuk mal dan fasilitas rekreasi pada Minggu (21/2/2021). Hal itu dilakukan, setelah pemerintah setempat sudah memberikan vaksin COVID-19 kepada hampir setengah populasi.

Toko-toko telah dibuka kembali, tetapi akses ke pusat kebugaran, hotel, dan bioskop hanya terbatas untuk orang-orang dengan, tiket hijau, yakni mereka yang telah mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19. Atau telah pulih dari penyakit tersebut, dan diduga telah memiliki kekebalan.

“Kami adalah negara pertama di dunia yang bangkit kembali, berkat jutaan vaksin yang kami bawa. Sudah divaksin? Dapatkan Tiket Hijau dan hiduplah kembali,” cuit Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu.

Pemegang tiket, dapat membuktikan statusnya dengan menunjukkan sertifikat vaksinasi, atau mengunduh aplikasi kementerian kesehatan yang ditautkan ke data medis mereka.

Tepat setahun setelah kasus virus corona pertama tercatat ditemukan di Israel, pembatasan setiap hari Minggu telah dilonggarkan. Sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk membuka ekonomi lebih luas di bulan depan. Hal itu akan dilakukan, ketika Netanyahu bersiap untuk kembali terpilih di pemilu.

Aturan memakai masker dan menjaga jarak sosial masih berlaku. Sinagog, masjid, atau gereja, diharuskan untuk membagi dua ukuran jamaah normalnya. Anak-anak sekolah dasar dan murid dalam dua tahun terakhir sekolah menengah, melanjutkan belajar di kelas, di kota-kota dengan tingkat penularan terkendali.

Murid sekolah menengah masih belajar di rumah, mendorong beberapa orang untuk melakukan protes dengan duduk di sebuah mal. “Saya sudah setahun tidak bersekolah,” kata seorang demonstran berusia 14 tahun, Rotem Bachar.

“Apakah masuk akal membuka mal untuk orang banyak, sementara kami tidak dapat menghadiri kelas, jika dibatasi hanya 15 hingga 20 siswa dan memiliki tindakan pencegahan lainnya?” tandasnya.

Kemengterian Kesehatan Israel menyebut, telah memberikan sedikitnya satu dosis vaksin Pfizer Inc kepada lebih dari 46 persen, dari 9 juta populasinya. Kementerian tersebut mengatakan pada Sabtu (21/2/2021), risiko penyakit akibat COVID-19 telah turun 95,8 persen. Hal itu terjadi di antara orang yang telah menerima dua suntikan vaksin.

Israel telah mencatat lebih dari 740.000 kasus dan 5.500 kematian akibat COVID-19, dan menuai kritik terhadap pemberlakuan penguncian nasional oleh pemerintahan Netanyahu yang terkadang tidak benar-benar ditegakkan. (Ant)

Lihat juga...