Sudah 3.019 Nakes di Sikka Divaksin COVID-19

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Sudah 3.019 Tenaga Kesehatan (Nakes), yang bertugas di di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah divaksin COVID-19, yang dicanangkan pemerintah.

“Ada 3.019 Nakes, yang bertugas di fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, termasuk satu rumah sakit pemerintah dan dua rumah sakit swasta wajib divaksin,” sebut Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui Cendana News di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Sabtu (20/2/2021).

Bupati Sikka, NTT, Fransiskus Roberto Diogo, saat ditemui di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (20/2/2021) – Foto : Ebed de Rosary

Robi menyebut, masih terdapat 548 Nakes, yang belum mendapatkan vaskinasi COVID-19 tahap pertama. Mereka akan menjalaninya, setelah menjalani observasi.

Pemkab Sikka, telah meminta penambahan vaksin jenis Sinovac, untuk agenda vaksinasi bagi aparat pemerintah dan swasta termasuk masyarakat yang telah terdaftar. “Masyarakat akan divaksin tahap berikutnya, dan masih menunggu informasi dari pemerintah pusat. Semua harus divaksin, sebab vaksin ini cara terbaik untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ucapnya.

Robi menegaskan, semua masyarakat Kabupaten Sikka siap untuk divaksin. Dan untuk menjalankannya, pemerintah daerah menjalankan edukasi dan sosialisasi. Vaksinasi tahap kedua di NTT pada Sabtu (20/2/2021), selain menyasar nakes, juga 10 pejabat publik, yang telah menjalani vaksinasi  “Setelah dua kali menjalani vaksin rasanya lebih percaya diri, sebab tidak ada efek samping. Tidak ada efek samping tapi ada efek masa depan,” ucapnya bersemangat.

Menurut Robi, vaksinasi COVID-19 bagi semua, membuat masyarakat bisa memasuki kehidupan normal, dan lebih percaya diri untuk melakukan berbagai aktivitas di masa pandemi ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menyebut, tahapan vaksinasi bagi nakes termasuk 10 pejabat publik sudah mencapai angka 99 persen. Dan untuk selanjutnya, Dinas Kesehatan telah mengirim surat kepada instansi pemerintah dan swasta, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, agar segera melakukan pendaftaran. “Nantinya kami akan kirimkan link pendaftaran sehingga bisa dilakukan pendaftaran sendiri. Untuk wartawan juga akan dimasukan ke dalam tahap kedua nanti,” pungkasnya.

Lihat juga...