Tahun ini Mukomuko Target Remajakan 1.500 Ha Tanaman Sawit

Salah satu lahan perkebunan kelapa sawit milik petani di Kabupaten Mukomuko – Foto Ant

MUKOMUKO – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, di 2021 ini  menargetkan peremajaan tanaman kelapa sawit di lahan milik kelompok tani seluas 1.500 hektare.

Peremajaan menyasar tanaman yang sudah tidak produktif, karena menggunakan bibit asalan dan berusia tua. “Target peremajaan tanaman kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko tahun ini seluas 1.500 hektare,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Erri Siagian, Minggu (14/2/2021).

Ia menyebut, target peremajaan tahun ini lebih luas dari tahun lalu yang hanya 500 hektare. Saat ini, sudah ada sejumlah petani yang tersebar di sejumlah wilayah daerah dengan membentuk kelompok tani, yang lahannya diusulkan sebagai calon petani dan calon lokasi (CPCL) peremajaan tanaman kelapa sawit.

Setelah program peremajaan tanaman kelapa sawit mulai berjalan di daerah ini, selanjutnya instansinya tinggal melakukan pemberkasan milik kelompok tani. Target peremajaan ini tersebar di Kecamatan Kota Mukomuko, Air Manjuto, Pondok Suguh, Penarik, XIV Koto, Lubuk Pinang, dan Malin Deman. Sementara itu, luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mendapat program peremajaan tanaman kelapa sawit tidak produktif dari pemerintah pusat, di 2020 melebihi dari target yang ditetapkan seluas 500 hektare.

Luas lahan perkebunan kelapa sawit yang mendapat rekomendasi teknis dari Kementerian Pertanian seluas 929,84 hektare, dengan jumlah pekebun sebanyak 500 orang. Jumlahnya melebihi target 2020, yang hanya seluas 500 hektare.

Sebanyak 929,84 hektare lahan perkebunan kelapa sawit milik enam kelompok tani tersebut, mendapatkan program peremajaan tanaman kelapa sawit dari Kementerian Pertanian. Dan Dari enam kelompok tani yang telah mendapatkan rekomendasi teknis peremajaan, sebanyak tiga kelompok telah menerima penyaluran dana program tersebut.

“Dana sudah ditransfer oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kepada tiga kelompok tani, setelah dana masuk silakan kelompok mulai mengatur tender, siapa penyedia alat berat dan bibit sawit,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...