Tai Fu Sui, Minuman Khas Bangka Berbahan Kedelai

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Tai Fu Sui adalah salah satu minuman tradisional khas Bangka yang cukup dikenal. Minuman tersebut kerap disebut singkat dengan nama fu sui.

Bahan baku utama minuman fu sui berasal dari kacang kedelai. Ahong, salah satu pembuat fu sui menyebut, sepintas minuman tersebut menyerupai susu kedelai. Namun fu sui memiliki rasa lebih khas gurih, manis dan kerap disajikan hangat.

Minuman fu sui lanjut Ahong kerap dibuat malam hari untuk dijual pada pagi harinya. Wanita asal Pangkalpinang, Bangka tersebut mengaku menyediakan sekitar 100 bungkus fu sui per hari.

Fu sui telah dikemas dalam wadah plastik untuk dijual di depan rumah dan dijual keliling memakai gerobak. Berbahan kedelai fu sui sebutnya kaya kandungan gizi sehingga cocok untuk anak-anak.

Proses pembuatan fu sui sebut Ahong cukup sederhana. Ia menyiapkan sekitar dua kilogram kedelai yang dibersihkan. Melalui proses perendaman bagian kulit ari dibuang selanjutnya dihaluskan memakai blender. Pada pembuatan sistem tradisional penghalusan kedelai dilakukan dengan penggiling batu seperti pada proses pembuatan tahu.

“Kedelai yang telah dihaluskan akan menghasilkan ampas dan bagian air yang telah diperas memakai saringan kain dimasukkan dalam panci khusus untuk proses pemasakan. Dalam proses memasak fu sui sebaiknya ditambahkan gula penambah rasa manis dan garam untuk menambah rasa gurih, setelah matang dinginkan,” terang Ahong saat ditemui Cendana News, Sabtu (6/2/2021).

Ahong bilang ia menyediakan fu sui yang telah dikemas dalam wadah plastik. Menjual fu sui di rumahnya tak jauh dari pasar Tugu, Tanjung Karang, Bandar Lampung sebagian dijual Aliong sang suami. Minuman tai fu sui sebutnya, banyak digemari oleh ibu rumah tangga yang menyediakan menu untuk sarapan pagi. Anak-anak menyukai minuman tersebut sebagai pengganti susu sapi.

Fu sui menurut Ahong kerap disajikan dalam kondisi hangat. Dijual seharga Rp2.500 per bungkus pembeli kerap memanaskan kembali fu sui sebelum dinikmati.

Penyajian fu sui dalam kondisi hangat sebutnya cocok untuk menu pendamping sarapan kala pagi hari. Kandungan gizi fu sui sebutnya dominan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A dan sejumlah nutrisi lain.

“Tai fu sui sudah lama digunakan sebagai pengganti susu sapi karena kandungan protein yang tinggi baik untuk kesehatan,” cetusnya.

Aliong, sang suami yang menjual tai fu sui dengan berkeliling menyebut, minuman berbahan kedelai itu sangat digemari. Pada kondisi normal ia menjual fu sui ke sejumlah sekolah yang ada di Bandar Lampung.

Pedagang tai fu sui, Aliong, menyiapkan pesanan minuman untuk pelanggan di Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2021) – Foto: Henk Widi

Namun karena anak sekolah tidak melakukan kegiatan belajar tatap muka ia memilih berkeliling memakai gerobak. Sebanyak 50 bungkus fu sui yang dibawa kerap habis terjual saat ia berkeliling.

“Bagi tugas jualan bersama istri menyediakan fu sui dan makanan tradisional lain,” bebernya.

Regina, salah satu ibu rumah tangga mengaku membeli fu sui untuk keluarganya. Minuman yang dibeli seharga Rp2.500 tersebut cocok diberikan bagi anak-anak. Berbeda dengan minuman susu sapi yang amis, anak-anak lebih menyukai fu sui. Disajikan dalam kondisi hangat fu sui kerap ditambah dengan perasa coklat agar lebih disukai anak-anak.

Regina (kanan) membeli tai fu sui untuk anak-anaknya di gerobak milik Ahong yang berjualan keliling di sekitar pasar Tugu, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (6/2/2021) – Foto: Henk Widi

“Kandungan gizi dari protein nabati kedelai membuat fu sui cocok disajikan bagi anak-anak untuk masa pertumbuhan,” bebernya.

Christeva, penyuka tai fu sui mengaku, ia memilih meminumnya dalam kondisi hangat. Sang ibu kerap akan memanaskan minuman tersebut sebelum diseruput sebagai menu sarapan.

Fu sui memiliki rasa manis, gurih sehingga cocok menjadi pendamping makan roti. Disajikan kala pagi hari menjadi penghangat badan.

Lihat juga...