Taman Edelweis di Taman Nasional Kelimutu Ende, Sepi Pengunjung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

ENDE – Selama masa pandemi Covid-19 kawasan wisata Taman Nasional Kelimutu (TNK) di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berbenah dan menambah obyek wisata.

Terobosan yang dilakukan ini untuk memikat wisatawan dan menambah jumlah kunjungan ke TN Kelimutu selain ke Danau Kelimutu yang sudah mendunia dan menjadi salah satu destinasi favorit di Pulau Flores.

“Saat ini memang masih sepi sejak mulai dibuka tahun 2020 lalu akibat dampak pandemi Corona. Paling sehari sekitar 5 sampai 10 pengunjung saja,” kata Yohanes R. Saleh, Ketua Kelompok Masyarakat Tuke Du, Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, saat dihubungi Cendana News, Minggu (7/2/2021).

Yohanes menyebutkan, dirinya menarik retribusi Rp5 ribu terhadap setiap pengunjung yang ingin berfoto di kebun edelweis dan di kebun strawberry miliknya yang jaraknya hanya bersebelahan jalan.

Ia pun mengaku, menjual bunga edelweis seharga Rp25 ribu per tangkai kepada pengunjung yang ingin membeli sebab banyak yang tertarik membawa pulang.

“Saya manfaatkan waktu sepinya pengunjung dengan membersihkan kembali tanaman edelweis yang mati. Saya juga melakukan penanaman kembali apalagi saat ini sedang musim hujan,” ungkapnya.

Yohanes mengaku pasrah dengan sepinya pengunjung, apalagi kawasan Taman Nasional Kelimutu sering ditutup untuk pengunjung, akibat dampak pandemi Corona yang terus meningkat.

“Mudah-mudahan setelah pandemi berakhir kunjungan wisatawan meningkat. Saya optimis karena kebun edelweis dan strawberry ini jarang sekali dijumpai di Pulau Flores termasuk di NTT,” ungkapnya.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Persada Agussetia Sitepu, saat dihubungi mengakui, pihaknya terus melakukan terobosan agar bisa memikat kunjungan wisatawan ke TN Kelimutu.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu (TN Kelimutu), Kabupaten Ende, Flores, NTT, Persada Agussetia Sitepu, saat dijumpai, Minggu (30/8/2020)  lalu – Foto: Ebed de Rosary

Agus menambahkan, berbagai inovasi terus dilakukan guna menyiapkan destinasi wisata di desa-desa penyangga di sekitar kawasan TN Kelimutu termasuk menyiapkan spot wisata.

Ia katakan, kebun edelweis merupakan salah satu contoh kerja sama Balai TN Kelimutu dengan kelompok masyarakat, pengembangan edelweis oleh pihaknya mulai 2018, sebelum menggandeng masyarakat.

“Kami kembangkan tahun 2018 dengan mengambil edelweis lokal di Gunung Kelimutu. Setelah itu di tahun 2020 kami menggandeng masyarakat untuk terus mengembangkannya,” ungkapnya.

Lihat juga...