Tanah Ambles di Jember Ditutupi Terpal, Warga Kian Khawatir

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Kejadian tanah ambles di Dusun Kopang, Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Jember,  Jawa Timur, yang berada di sekitar pemukiman warga terlihat cukup lebar dan cukup panjang. Keadaan itu bisa dilihat dari bentangan terpal yang digunakan untuk menutupi lubangnya.

“Tanahnya ini tiba-tiba ambles setelah diguyur hujan lebat. Kejadian ini waktunya pas setelah hujan mengguyur desa ini yang berkelanjutan. Sebelumnya belum pernah kejadian tanah ambles, walaupun hujan yang turun di sini terus-terusan dan deras. Inilah yang pertama kali kejadian,” ujar Sumik kepada Cendana News, Rabu (10/2/2021).

Ia menambahkan, pengaruh iklim pancaroba memiliki dampak yang tidak baik. Hujan disertai angin memperburuk keadaan lingkungan. Pohon-pohon bisa jadi banyak patah, bahkan banyak pula yang tumbang sampai ke akar-akarnya. Pengurangan pohon menyebabkan sempitnya tampungan air, sedangkan hujan dengan intensitas yang lama tidak dapat disimpan keseluruhan, maka akan berdampak banjir dari luapan air tersebut.

“Alhamdulillah, walaupun di sini hujannya deres dapat selamat dari banjir. Tapi, bisa jadi dampaknya menyebabkan tanah longsor. Saya khawatir lubang itu semakin lebar, dan berdampak kepada rumah saya. Bisa-bisa rumah saya ikut-ikutan ambles bareng sama tanah ini,” ungkapnya.

Tanah ambles di Dusun Kopang Desa Darsono Kecamatan Arjasa, Jember. Tanah ambles berada di sekitar pemukiman warga terlihat cukup lebar dan cukup panjang, Rabu (10/2/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Dalam  mencegah terjadinya korban akibat lubangan tanah itu, pemerintah daerah setempat melakukan cara dengan menutupnya. Namun hingga saat ini, lubang yang ditutupi terpal masih dibiarkan, belum ada upaya perbaikan bagaimana mana caranya supaya rumah warga tidak terkena imbas dari kejadian tersebut.

“Khawatir banget tentunya, dilihat lubang yang disebabkan karena ambles pas berada di depan rumah saya sendiri. Takutnya semakin melebar dan menghabiskan sisa pinggir-pinggir tanah,” ujarnya.

Sumik menyebut dirinya masih menunggu bagaimana perangkat daerah menyelesaikan persoalan tanah ambles. Jika dibiarkan dikhawatirkan lama kelamaan menjadi semakin berdampak buruk kedepannya.

Terpisah, Har mengatakan tanah yang ambles itu dari atas, terus memanjang dan lama kelamaan melebar. “Sekarang ini lobang amblesnya sudah berada di pintu keluar rumah dari dapur. Sedikit lagi kalo semakin memanjang ukurannya, dan semakin melebar juga, dapur saya bisa-bisa ikut ambles,” imbuhnya.

Menurut pengakuan Har, kejadian itu sudah beberapa minggu yang lalu. Perangkat desa dan aparat lainnya juga sudah mengetahuinya. “Yang menutup lubang itu adalah perangkat desa dibantu oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Bahan terpal itu diperoleh dari kecamatan,” pungkasnya.

Lihat juga...