Tanah Kotawaringin Timur Sangat Cocok untuk Budi Daya Porang

Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi (kiri), mendengar penjelasan Ketua Pengurus Daerah Aspeporin Kotawaringin Timur, Boyadianto terkait potensi budidaya porang, saat kunjungan di stan Kotim Fair – foto Ant

SAMPIT – Struktur tanah di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai cocok untuk budi daya tanaman porang. Bahkan hasilnya sangat memuaskan, sehingga bisa menjadi potensi baru, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Masyarakat jangan ragu membudidayakan porang di daerah ini. Kami sudah mencoba menanam porang di tanah gambut, pasir dan timbunan, hasilnya semuanya bagus,” kata Ketua Pengurus Daerah Asuhan Pemberdayaan Porang Indonesia (Aspeporin) Kabupaten Kotawaringin Timur, Boyadianto, Sabtu (13/2/2021).

Aspeporin Kotawaringin Timur memperkenalkan porang, dalam Kotim Fair, yang berlangsung sejak Jumat (12/2/2021). Mereka mengajak masyarakat memanfaatkan lahan, untuk menanam porang karena hasilnya sangat menguntungkan. Tanaman porang, merupakan jenis umbi-umbian yang dikenal dengan nama iles-iles. Porang termasuk ke dalam spesies Amorphophallus muelleri. Tanaman porang juga dapat dimakan, karena masih serumpun dengan suweg dan walur.

Porang, merupakan komoditas ekspor yang di antaranya digunakan untuk bahan pembuatan kosmetik, tepung baku, lem dan sejumlah produk lainnya. Budi daya porang tidak sulit dilakukan, karena hanya memerlukan pupuk kandang. Di stan Aspeporin Kotawaringin Timur, mereka memamerkan porang hasil panen. Salah satunya, yang berbobot 9,5 kilogram dengan masa tanam dua musim. Hasil itu dinilai sangat bagus, dan membuktikan bahwa tanah di Kotawaringin Timur sangat cocok untuk budi daya porang.

Boyadianto menyebut, saat ini sudah ada petani di Kecamatan Parenggean, yang membudidayakan porang. Kegiatannya menggunakan lahan puluhan hektare. Satu hectare lahan bisa ditanami hingga 30.000 pohon porang, dengan estimasi satu pohon bisa menghasilkan sekitar Rp300.000.

Saat ini, harga porang di Pulau Jawa sekira Rp14.000 per-kilogram. Boyadianto mendorong petani membudidayakan porang, karena hasilnya menguntungkan. “Saya  sendiri juga mulai menjadi pengepul porang,” katanya.

Bupati Kotawaringin Timur, Supian Hadi, mengaku sangat tertarik dengan potensi budi daya porang. Dirinya meminta hal itu ditindaklanjuti Dinas Pertanian, untuk melihat potensi budi daya porang, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. “Tadi katanya satu pohon bisa menghasilkan Rp300.000. Kalau berhasil, dalam satu hektare saja petani bisa dapat hasil yang sangat besar. Saya minta ini menjadi perhatian Dinas Pertanian,” tandas Supian Hadi. (Ant)

Lihat juga...