Tekan Mobilitas Warga Saat Pandemi, Pemkot Bogor Terapkan Ganjil Genap di Akhir Pekan

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, saat ditemui di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/2/2021) – Foto Ant 

BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda), menerapkan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap di setiap akhir pekan. Hak itu diterapkan, demi mengurai mobilitas warga, di tengah pandemi COVID-19.

“Kami forkopimda sepakat untuk diberlakukan kebijakan ganjil genap di Kota Bogor untuk hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selama 14 hari ke depan,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya, Kamis (4/2/2021).

Kebijakan tersebut akan disosialisasikan mulai Jumat (5/2/2021). Dan mulai berlaku pada Sabtu (6/2/2021) di ruas jalan utama Kota Bogor. “Kami memahami perlu ada proses sosialisasi. Mulai hari ini dan besok masih sosialisasi, sehingga mulai Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021) seluruh mobil dan motor bisa mematuhi ini,” kata Bima.

Penerapan ganjil genap, akan disesuaikan dengan tanggal pada hari tersebut. Sehingga kendaraan yang bisa bergerak di jalanan, harus memiliki plat nomor yang cocok dengan ganjil atau genapnya tanggal. “Misalnya kendaraan berplat F 1234 A atau B 5678 DKI. Nah, kalau dilihat dari angka terakhir plat nomor yaitu 4 dan 8, maka kendaraan tersebut bisa melintas di tanggal genap,” jelas Bima.

Bima menilai, kebijakan tersebut lebih efektif untuk menekan angka penularan COVID-19, dibandingkan dengan menerapkan sistem karantina wilayah. “Tentunya Ini memerlukan konsentrasi, pengawasan yang sangat luar biasa. Karena itu Insyaallah, kami aparatur, mulai dari Dishub, Satpol PP, TNI-Polri akan mengerahkan sumber daya semaksimal mungkin,” katanya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro menegaskan, siap mendukung upaya menekan tingginya mobilitas warga dengan penerapan ganjil genap kendaraan. “Akan ada buat check point yang diberlakukan untuk melakukan pemeriksaan, termasuk juga untuk memutarkan kendaraan. Yang tidak sesuai antara plat nomor dan tanggal ganjil atau genap, kami imbau untuk tidak masuk ke Kota Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Bogor, Jawa Barat, memutuskan tidak menerapkan sistem ganjil genap bagi kendaraan bermotor pada akhir pekan di wilayah itu. “Tidak (menerapkan ganjil genap), kami lebih memilih pengetatan (protokol kesehatan) di level mikro,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin, Kamis (4/2/2021). Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu memilih cara membentuk pos komando protokol kesehatan di tingkat desa, untuk menekan angka penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

Ade Yasin mengaku, ingin mengaktifkan Satgas Penanganan COVID-19 di tingkat kecamatan hingga desa, yang hingga kini ia dianggap perannya tidak maksimal. “Sekarang ini yang bergerak itu kan cenderung satgas di kabupaten, saya ingin sekarang dimaksimalkan satgas di kecamatan dan desa, serta mengaktifkan kembali satgas-satgas tingkat RT dan RW,” kata Ade Yasin.

Ia berharap, masyarakat patuh dalam menerapkan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sehingga pemerintah tidak harus menerapkan karantina wilayah atau lockdown, untuk menekan angka penularan COVID-19. (Ant)

Lihat juga...