Tergerus Air, Jembatan di Dawuhan Kabupaten Blitar Runtuh

Petugas melakukan pemantauan di sekitar jembatan yang runtuh di Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/2/2021) – foto Ant

BLITAR – Badan jembatan, yang berada di Desa Dawuhan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, runtuh, karena tergerus air sungai. Hal itu terjadi, setelah hujan deras melanda kabupaten Blitar, Rabu (3/2/2021). Akibatnya, aktivitas warga terkendala, karena harus memutar melalui jalan dengan rute lebih jauh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengemukakan, jembatan itu diperkirakan runtuh, karena debit air yang membeludak. Hujan deras melanda Kabupaten Blitar sejak Rabu (3/2/2021) siang, memicu debit air di sungai mengalir cukup deras. “Petugas sudah melakukan tanggap bencana mendatangi jembatan roboh tersebut. Polisi juga sudah ke lokasi dan memasang garis polisi,” katanya di Blitar, Rabu (3/2/2021).

Lokasi jembatan itu terletak di Dusun Jambangan, Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Bangunan tersebut berukuran panjang 17 meter dengan lebar lima meter. Perbaikan terakhir dilakukan pada 2013 lalu. Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Midodaren, Kaliandong, Klangkapan, Desa Dawuhan, menuju wilayah Dawuhan bagian atas, yang terdapat lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK). Jembatan itu merupakan bangunan milik Pemkab Blitar.

Akibat dari robohnya jembatan tersebut, warga harus memutar sekitar tujuh kilometer, dengan akses jalan yang cukup susah. Sedangkan di jalur tersebut jalannya relatif baik dan sudah beraspal. Achmad Cholik mengatakan, untuk saat ini tindakan yang dilakukan masih pemasangan garis polisi, demi mensterilkan area tersebut. Warga tidak diizinkan mendekati lokasi, karena masih berbahaya.

“Namun, untuk rencana perbaikan saat ini masih belum ada keputusan lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Blitar masih koordinasi untuk tindak lanjut terkait berbagai hal dengan instansi terkait lainnya. Biasanya akan dibuatkan jembatan darurat dulu. Dinas PU yang nanti mengatasinya,” jelasnya.

BPBD Blitar meminta, warga untuk waspada terhadap ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Di Kabupaten Blitar, pada akhir Januari 2021 terjadi musibah angin kencang, akibatnya banyak pohon tumbang. Beberapa di antaranya ada yang mengenai rumah warga termasuk melukai penghuni rumah. Kerugian ditaksir hingga jutaan rupiah akibat kejadian tersebut. (Ant)

Lihat juga...