Tiga Kecamatan di Bekasi Masih Terisolir Akibat Banjir

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kondisi banjir di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat masih terjadi. Bahkan tiga wilayah tersebut masih terisolir karena akses jalan masih belum di bisa lalui.

Mang Oye, relawan KPA Ranting, di bawah naungan BPBD, dikonfirmasi Cendana News, mengakui bahwa tiga kecamatan di Kabupaten Bekasi maish terisolir, dan BPBD mulai mengirimkan logistik ke wilayah setempat, Rabu (10/2/2021). Foto: Muhammad Amin

Ketiga wilayah Kecamatan tersebut meliputi Muara Gembong, Cabang Bungin, dan Pebayuran. Wilayah tersebut berada di Utara Kabupaten Bekasi sejumlah warga masih berada di pengungsian atau bertahan di rumah untuk menjaga barang miliknya.

Namun demikian sejumlah titik lainnya mulai dilaporkan mulai surut khususnya di wilayah Cikarang, Lemahabang, Sukatani, Cibitung, dan Setu. Namun pantauan Cendana News, di Kecamatan Babelan, khususnya di Desa Buni Bakti, sejumlah warga tetap memilih berada di pengungsian yang dibuat secara mandiri.

“Alhamdulillah, banjir di wilayah deket dengan pemerintah daerah sudah mulai kondusif. Sekarang lagi fokus di wilayah Utara, Kabupaten Bekasi seperti Muaragembong, Cabang Bungin dan Pebayuran,” ungkap Mang Oye, Relawan dibawah naungan langsung BPBD Kabupaten Bekasi, kepada Cendana News, Rabu (10/2/2021).

Dikatakan bahwa di wilayah Utara Bekasi, kondisinya masih harus mendapat perhatian khusus karena beberapa wilayah masih terisolir, dan sebagian warga masih berada di pengungsian khususnya di wilayah Muara Gembong yang berbatasan langsung dengan laut.

Adapun wilayah masih terisolir seperti di pantai bahagia, dan Desa Mura Bendera, masih terputus. Wilayah lainnya seperti Cabang Bungin di desan Labansar karena luapan Citarum dan Karangraharja beberapa desa mereka berbatasan langsung dengan laut.

Menurutnya, wilayah Cabang Bungin seperti desa Labansari dan Karangraharja merupakan kawasan berbatasan langsung dengan Tanggul Citarum. Banjir di lokasi itu merupakan luapan Citarum yang tanggaulnya diketahui jebol.

Sementara jelas Mang Oye, wilayah Muaragembong dan Cabang Bungin berada di ujung utara berbatasan langsung dengan laut. Warga masih siaga satu, khawatir terjadi banjir kiriman.

“Apalagi saat ini menjelang Imlek, biasanya intitas hujan cukup tinggi beberapa hari kedepan. Makanya diminta untuk waspada,” ungkap Mang Oye, mengaku akan berangkat ke Muaragembong bersama BPBD Kabupaten Bekasi untuk membagikan logistik.

Uci warga desa Pantai Bahagia, dikonfirmasi terpisah, mengakui beberapa wilayah di desanya masih masih terisolir karena banjir. Diakuinya hal tersebut karena jalan utama daerah terisolir dan tidak bisa dilintasi.

“Jalur hanya ada satunya untuk menuju Kampung Goba kampung Beting, Desa Pantai Bahagia. Genangan air masih belum bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat, ke arah sana,” papar Uci kepada Cendana News.

Hal senada juga diakui Deddi, Warga Desa Pantai Bakti, Muaragembong, dikatakan bajir juga diakibatkan laut pasang. Dua hari lalu, imbuhnya signal telepon genggam saja tidak ada di desa Pantai Bakti, Muara Gembong.

“Saat ini memang mulai surut, tapi warga masih waspada. Informasi saat ini masih siaga 1, Alhamdulillah masih bisa diatasi asal debit air tidak bertambah,” tandasnya.

Diketahui banjir di Kabupaten ada empat anak ikut tenggelam, seperti di Sukawangi, Cikarang Timur, dan Cikarang Pusat. Hal tersebut ikut jadi fokus BPBD selain, mengurus pengungsian dan mencari korban tenggelam.

Korban tenggelam umumnya masih di bawah 15 tahun, karena bermain air saat banjir, dan terbawa arus. Keempat korban semua sudah ditemukan oleh tim dari relawan dan BPBD.

Lihat juga...