Tingkatkan Kreativitas Siswa, Olah Jamur Tiram jadi Beragam Kreasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JEMBER –  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Yayasan  As Syafa’ah, di Kebonsari, Jember, Jawa Timur, menggelar pameran hasil budi daya jamur tiram. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kreativitas anak didik dalam  mencetak generasi muda sebagai wirausahawan.

Homsyatul Lely Rosalina, guru di bidang pemasaran menyatakan, tantangan zaman ke depan semakin maju dan modern, memerlukan tingkat kreativitas untuk mampu bersaing dengan yang lain, sehingga perlu mencari peluang usaha dengan kemampuan yang sudah dimiliki.

Guru di bidang pemasaran, Homsyatul Lely Rosalina, saat ditemui Cendana News menjelaskan tentang pelaksanaan pameran hasil produksi berperan melatih daya kreativitas anak, Kamis (25/2/2021)  -Foto: Iwan Feri Yanto

Menurutnya, siswa dan siswi diperlukan daya kreativitasnya untuk selalu terampil dalam segala hal. Dalam meningkatkan daya kreativitas, diperlukan keterlibatan langsung dan peran aktif anak didik agar memiliki keterampilan tertentu.

“Penyelenggaraan pameran produksi ini dilakukan dalam rangka melatih daya kreativitas siswa maupun siswi, tentang bagaimama ia mampu mengelola bahan mentah dari produk yang sudah ada. Menjadi hasil produksi yang belum pernah ada di luar sana,” ujar Homsyatul Lely Rosalina kepada Cendana News, Kamis (25/2/2021).

Ia menambahkan, pameran produksi dilakukan mulai dari tahapan pengolahan produksi hingga menjadi barang siap saji.

Bahan-bahannya sendiri sudah disediakan dihasilkan dari budi daya jamur tiram yang dilakukan beberapa guru. Ke depan, anak didik juga dilatih dalam budi daya jamur tiram secara lebih intensif dan mandiri.

Terlebih lagi di masa pandemi, jadi tantangan setiap orang agar tetap kreatif.

“Harapan kami anak didik bisa memiliki peluang yang besar di segala keadaan. Sebagai kesiapan memasuki dunia profesi atau pekerjaan. Dengan memiliki keterampilan, ia mampu membuka peluang pekerjaan sendiri, bikin usaha sendiri, yang bisa dijadikan profesi suatu saat nanti,” tuturnya.

Untuk kegiatan pameran karya, sudah dilakukan dua kali. Pertama dilakukan pada hari Senin bagi murid kelas 12. Kedua dilakukan hari ini untuk murid kelas 11. Karena masa pandemi kegiatan siswa dibatasi menghindari kerumunan. Selain itu juga, praktik ini dilakukan sebagai ujian kompetensi tengah semester, sehingga praktik ini perlu diadakan dengan ketentuan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Fadila, salah seorang guru di bidang pemasaran lainnya menyatakan, tujuan pameran juga dilakukan untuk mendapatkan nilai kompetensi.

“Selain itu juga kami berkeinginan memasarkan produksi jamur kepada masyarakat. Selanjutnya juga memberikan gambaran pencapaian anak didik dalam memproduksi jamur tiram bisa dikelola jadi apa saja. Tantangannya, misalnya, membuat olahan jamur yang dijadikan mie jamur, martabak jamur, dan nuget jamur serta geprek jamur,” tegasnya.

Lihat juga...