Tumbuhkan Kewirausahaan, Pendidikan Vokasi Harus Dikembangkan di NTT

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Generasi muda di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hendaknya didorong untuk melanjutkan pendidikan yang fokus pada pendidikan vokasi, yakni pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu.

“Memang saat ini banyak peluang kerja yang ada di berbagai sektor industri termasuk wirausaha. Untuk itu di NTT perlu didorong pendidikan vokasi,” saran GM. PT. Langit Laut Biru, Bengkel Misi Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, A. Dian Setiati saat dihubungi, Kamis (25/2/2021).

Dian sapaannya menyebutkan, di Kabupaten Sikka sendiri telah ada Kampus Cristo Re yang berada di bawah naungan ATMI Solo meliputi program pendidikan diploma.

Dia menyesalkan, minat lulusan SMA dan SMK di Flores maupun NTT untuk berkualiah di kampus ini masih sangat minim.

Ia sebutkan, peluang kerja masih terbuka lebar namun lulusan perguruan tinggi di NTT banyak yang hanya ingin bekerja sebagai pegawai pemerintah dan di kantor-kantor swasta.

“Kampus harus lebih mengarah ke pendidikan vokasi yang lebih fokus pada pembelajaran terkait peningkatan kemampuan siap kerja dalam bidang atau jurusan tertentu,” ucapnya.

Dian menyayangkan, banyak lulusan sarjana di NTT yang menganggur usai kuliah. Harusnya saran dia, pilih pendidikan vokasi agar setelah tamat kuliah bisa langsung bekerja, termasuk menjadi wirausaha.

Hal senada disampaikan Carolus Winfridus Keupung, Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) yang mengaku sangat sedikit sarjana pertanian di NTT yang terjun menjadi petani sukses.

Win sapaannya menginginkan agar pendidikan vokasi di bangku perguruan tinggi lebih dikedepankan mengingat tantangan dunia kerja semakin besar dan peluang pun masih terbuka.

“Banyak peluang kerja yang ada di Kabupaten Sikka di sektor swasta asal para sarjana kreatif, inovatif dan giat berusaha. Kalau sekadar tamat kuliah dan berharap lulus tes pegawai negeri maka akan sulit karena kuota pun kian terbatas,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, dalam pidatonya saat peresmian Bendungan Napun Gete di Desa Ilinmedo, Kecamatan Waiblama menyebutkan, bercita-cita menjadikan Kabupaten Sikka sebagai gerbang industri Flores.

Robi sapaannya mengatakan, Kabupaten Sikka juga akan dikembangkan menjadi ekosistem industri maritim. Pihaknya mengadopsi Solo Techko Park sehingga diperlukan lembaga pendidikan vokasi.

Kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat disaksikan, Kamis (25/2/2021). Foto: Ebed de Rosary

“Apa yang kita rencanakan perlu didukung dengan kehadiran pendidikan vokasi yang ada di Kabupaten Sikka, seperti Cristo Re sebagai adopsi ATMI Solo dan Unipa Maumere, yang usulan status negerinya sudah memenuhi syarat, dan sedang menunggu keputusan presiden,” terangnya.

Lihat juga...