Ubah Strategi Marketing, Cara UMKM Lamsel Bertahan Kala Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pandemi Covid-19 ikut berpengaruh pada sektor usaha kecil di Lampung Selatan (Lamsel).

Diakui Sri Widayanti, pedagang kecil di Jalan Lintas Sumatera, Desa Kekiling, Penengahan, volume penjualan menurun drastis. Stimulus pemberian bantuan usaha kecil BPUM sebutnya, dipakai untuk suntikan modal. Namun kendala sepinya pembeli berimbas barang terjual terbatas.

Sebagai cara meningkatkan omzet, Sri Widayanti ubah strategi penjualan. Memaksimalkan potensi jejaring pertemanan, aplikasi WhatsApp, Facebook, Instagram produk ditawarkan.

Penjualan secara langsung dan dalam jaringan dikombinasikan untuk meningkatkan pendapatan. Ia menyebut ikut kursus penjualan daring selama masa pandemi Covid-19.

Pada kondisi normal sebelum Covid-19, Sri Widayanti bilang, volume penjualan oleh-oleh mencapai 300 kemasan per pekan.

Saat libur panjang penjualan bisa mencapai 500 kemasan dari pelaku perjalanan. Namun semenjak pandemi Covid-19 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, berimbas ke sektor usaha kecil. Meski libur panjang pelaku perjalanan berkurang.

“Sistem penjualan secara online saat pandemi  membantu peningkatan penjualan, hasilnya cukup menjanjikan untuk mengganti pembelian secara langsung yang berkurang pada sejumlah produk oleh-oleh,” terang Sri Widayanti saat ditemui Cendana News, Selasa (9/2/2021).

Sebagai usaha mikro kecil menengah, Sri Widayanti menyebut, sejumlah produk berasal dari perajin. Perajin yang mengirimkan oleh-oleh dalam bentuk kemasan mulai mengurangi pasokan.

Sejumlah produk yang tidak terjual dan memasuki masa kedaluwarsa terpaksa dikembalikan. Beberapa produk yang memiliki batas kedaluwarsa lama dijual dengan sistem online.

Produk oleh-oleh paling laku dijual secara online sebut Sri Widayanti, berupa keripik, bubuk kopi. Pembeli umumnya kolega yang terkoneksi melalui jejaring Facebook.

Sistem pengiriman memakai jasa kurir online dengan biaya dibebankan kepada pemesan. Ia juga menyebut mulai menerima pembayaran memakai uang digital. Peningkatan sistem pembayaran dilakukan dengan platform jual beli online.

“Warung fisik yang saya miliki juga mulai dikombinasikan dengan warung online pada platform jual beli agar banyak pembeli,” bebernya.

Meski tidak signifikan, Sri Widayanti menyebut, volume penjualan stabil. Dibanding hanya mengharapkan konsumen langsung, penjualan online bisa mendongkrak penjualan.

Pembuatan kemasan menarik dan varian rasa produk kuliner jadi strategi meningkatkan penjualan. Sebab jika mengandalkan sistem penjualan konvensional ia kalah bersaing.

Riska Pyana, salah satu produsen oleh-oleh berbagai produk makanan menyebut, penjualan online sangat potensial.

Riska Pyana, warga Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, saat memperlihatkan produk olahan pisang dalam salah satu pameran yang digelar sebelum Covid-19, Selasa (11/2/2020) – Foto: Henk Widi

Menggunakan strategi tampilan menarik dalam kemasan, varian rasa kekinian, ia mampu bersaing dengan produk lain. Jejaring sosial dimanfaatkan oleh pemilik Banana Farm tersebut. Sebelumnya ia kerap mengikuti pameran untuk menjual produk.

“Penjualan offline saat ini jadi pilihan karena penjualan online mulai marak, digitalisasi transaksi juga mulai diterapkan,” bebernya.

Mengubah strategi marketing sebutnya, menjadi pola perubahan sistem penjualan. Ia juga mulai menyesuaikan sejumlah metode pembayaran dengan dompet digital (e-wallet).

Sebab sejumlah diskon besar kerap disediakan oleh pemilik e-wallet menarik konsumen. Omzet ratusan ribu per pekan dari penjualan online sebutnya, cukup menguntungkan dibanding dengan penjualan langsung.

Produk dengan kemasan yang menarik sebutnya, dilakukan dengan riset. Metode amati, tiru, dan modifikasi sebutnya, jadi cara untuk menciptakan branding.

Semakin dikenal produk akan meningkatkan volume penjualan. Memanfaatkan endorse sejumlah produk dan review makanan oleh rekan di jejaring sosial efektif mengenalkan produk.

Strategi marketing yang berubah membuat volume penjualan terdongkrak.

Lihat juga...