UN 2021 Ditiadakan, Sekolah Bahas Penentuan Kelulusan Siswa

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Menindaklanjuti peniadaan Ujian Nasional (UN) yang ditetapkan oleh menteri pendidikan (Mendikbud), sejumlah sekolah di Jember, Jawa Timur, masih perlu melakukan pembahasan lebih lanjut terkait penentuan kelulusan siswa. Salah satunya, sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah dan Sosial As Syafa’ah.

“Memang untuk surat edaran yang ditetapkan kami sudah mengetahui, namun untuk tindak lanjutnya masih perlu dilakukan pembahasan bersama-sama, terutama di Yayasan Pendidikan Dakwah dan Sosial As Syafa’ah. Karena yayasan ini ada sekolah SD,  SMP dan SMA,” ujar salah satu guru SMP, Urip Damayanti kepada Cendana News, Kamis (11/2/2021).

Pelaksanaan UN sebagai cikal bakal nilai untuk kelulusan bagi siswa di masa kelas akhir, sejatinya masih tarik ulur. Sebelum surat edaran dikeluarkan pada awal bulan Februari pada tahun ini, sebelumnya di tahun 2020 juga sudah diagendakan tentang peniadaan UN.

Namun pada tahun ini, kebijakan peniadaan Ujian Nasional telah ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan.

“Memang sejauh ini kami menunggu keputusan hasil rapat bersama semua guru, yang insyaallah akan dilaksanakan pada akhir bulan ini. Nanti setelah selesainya agenda rapat pembahasan tersebut, kita tinggal nunggu hasilnya. Masih menggunakan UN atau tidak,” tambahnya.

Berdasarkan surat edaran yang ditetapkan oleh mendikbud,  kelulusan siswa dan siswi ditetapkan oleh masing-masing nilai raport. Sehingga untuk kedepannya prasyarat masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi mengacu pada perolehan nilai raport.

“Jadi karena surat edarannya baru awal bulan dikeluarkan, nantinya tentang teknis bagaimana rekapitulasi nilai akhir dari raport yang dijadikan tolok ukur kelulusan juga menunggu pada agenda rapat bersama dengan semua guru di sini, misalnya pada penetapan nilai rata-rata standar dari masing-masing mata pelajaran. Nanti kita bisa menentukan tahap berikutnya sebagai acuan nilai kelulusan siswa maupun siswi,” tuturnya.

Sebelumnya, pemerintah juga melaksanakan kegiatan dalam pendidikan, yakni Asesmen Nasional (AN). Beberapa sekolah di Jember, terutama di Yayasan Pendidikan Dakwah dan Sosial As Syafa’ah, telah mempersiapkan segala teknis yang diperlukan, hingga pada tahapan simulasi. Namun keberlanjutan AN itu masih diundur lagi hingga pada bulan  September 2021.

Terpisah, guru lainnya, Ida mengatakan terkait program AN sekolah sudah menyiapkan segalanya. “Sampai pada aspek simulasi sudah selesai kita uji coba. Namun kebijakan terhadap programnya sendiri masih ditunda lagi. Kita masih menunggu kebijakan selanjutnya seperti apa,” ucapnya.

Sementara sekaitan peniadaan Ujian Nasional yang sudah ditentukan pada tahun 2020 lalu, ia mengaku di sekolahnya melakukan anjuran itu. Teknisnya, kata Ida, masih sama seperti biasanya saat masa Ujian Nasional.

“Nilai yang diperoleh dari hasil Ujian Nasional itu hanya sebagian kecil kita masukkan. Selebihnya, sebagian besar nilai yang diperoleh nantinya sebagai syarat kelulusan, diambil dari nilai raport. Nilai raport yang kita masukkan tentunya bermacam-macam. Salah satunya, penilaian terhadap pengumpulan tugas yang diterima masing-masing guru dari siswa maupun siswi,” pungkasnya.

Lihat juga...