Upacara dan Tabur Bunga Peringati SO 1 Maret 1949 di Kemusuk

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat di dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, kembali menggelar Upacara Tabur Bunga dan Doa Peringatan 72 Tahun Serangan Umum 1 Maret di Taman Makam Pejuang Somenggalan, Argomulyo, Minggu (28/02/2021) pagi. 

Mengangkat tema “Patriot Bangsa Merebut Kembali Ibu Kota Republik”, upacara tabur bunga digelar sederhana dan terbatas di tengah situasi pandemi Covid-19. Dihadiri Panewu atau Camat Sedayu, Sarjiman, SIP., Kapolsek Sedayu, Kompol Adi Hartana, SH., MH., dan Danramil Sedayu, Kapten Chb Sarmin, upacara Tabur Bunga berlangsung khidmat.

Veteran dari LVRI Sedayu, Yatiman , usai upacara, Minggu (28/2/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Para tamu undangan mulai dari unsur TNI-POLRI, para veteran perang, mahasiswa, pelajar sekolah hingga masyarakat umum tampak mengikuti upacara dengan penerapan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak.

Selain melaksanakan tabur bunga, mereka juga berziarah ke makam para pejuang maupun tokoh Kemusuk, seperti Probosutedjo, Noto Suwito,  Atmoprawiro, dan lainnya.

“Karena berada di tengah situasi pandemi, kita menyelenggarakan upacara tabur bunga pada tahun ini ini secara sederhana dan terbatas. Meski begitu, kita harapkan ruh kegiatan ini tetap ada, yakni semangat untuk mengingat dan menghargai jasa para pejuang yang telah memberikan sumbangsih besar terhadap kedaulatan dan kemerdekaan bangsa kita,” ujar Ketua Panitia Kegiatan, Gatot Nugroho, Minggu (28/02/2021).

Dalam kesempatan itu, Gatot juga menyatakan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap memperingati Serangan Umum 1 Maret juga akan digelar seminar. Meski begitu, pada tahun ini seminar dilaksanakan secara daring melalui sistem webinar. Yakni dengan menghadirkan pembicara dosen sejarah IAIN Surakarta, Aan Ratmanto, MA., serta kepala museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Gatot Nugroho.

“Dengan melihat peran penting peristiwa Serangan Umum 1 Maret bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia, kita mendukung penuh adanya penetapan tanggal 1 Maret sebagai hari besar Nasional. Sebagaimana telah diusulkan pemerintah DIY secara resmi sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.

Ketua Panitia Kegiatan Upacara Tabur Bunga Peringatan SO 1 Maret 1949, Gatot Nugroho, Minggu (28/2/2021). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu salah seorang peserta, Nanda Ridho, dari SMK Negeri 1 Sewon, Bantul, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan upacara tabur bunga ini. Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting bagi generasi muda, karena dapat menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri mereka.

Sedangkan salah seorang veteran dari LVRI Sedayu, Yatiman, mengatakan peringatan Serangan Umum 1 Maret harus menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya generasi muda untuk membangkitkan semangat dalam meneruskan perjuangan para pendahulu. Hal itu bisa dilakukan di berbagai bidang kehidupan. Yakni, demi menuju Indonesia yang lebih baik.

Lihat juga...