Upaya KPA Sikka Cegah Penularan Kasus HIV/AIDS

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya penularan HIV dan AIDS yang jumlahnya terus meningkat.

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan para pekerja di tempat hiburan malam, KPA Sikka juga menggandeng pihak gereja dalam mengedukasi masyarakat melalui kotbah di gereja.

“Semua pihak kita rangkul dalam memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat terkait penyakit HIV dan AIDS termasuk penularannya,” sebut Sekretaris KPA Sikka, Yohanes Siga saat dihubungi Cendana News, Jumat (12/2/2021).

Yohanes Siga,saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Selasa (9/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Yan sapaannya mengatakan, edukasi lebih gencar dilaksanakan di 3 wilayah kecamatan di Kota Maumere yakni Alok, Alok Barat dan Alok Timur serta kecamatan sekitarnya seperti Kangan, Koting dan Nita.

Dia mengaku, dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka, semuanya telah terdapat kasus HIV dan AIDS termasuk di wilayah kepulauan di Kecamatan Palue serta wilayah kecamatan yang paling jauh seperti Tanawawo dan Talibura.

“Semua kecamatan telah ada kasus HIV dan AID meskipun kecamatan yang kasusnya kecil berada jauh dari Kota Maumere seperti Mapitara ada 5 kasus  Tanawawo ada 6 kasus,” ungkapnya.

Pengelola Program KPA Sikka, Yakobus Ernesto Kalla pihaknya terus melakukan berbagai upaya guna mencegah agar warga berisiko tidak tertular penyakit HIV dan AIDS.

Untuk itu, terang Jack sapaannya, KPA Sikka mendistribusikan 23.184 pieces  kondom dan 2.500 pieces lubricant ke sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) dan outlet di wilayah Kabupaten Sikka.

“Pendistribusian kondom dan lubricant merupakan salah satu upaya meminimalisir hubungan seks yang berisiko terjadinya penularan HIV dan AIDS,” ungkapnya.

Jack menambahkan,KPA Sikka juga melakukan sosialisasi dan penyadaran yang intensif terhadap kelompok berisiko serta memberdayakan Warga Peduli AIDS (WPA) di puluhan desa dan kelurahan yang sudah dibentuk.

Dirinya berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan KPA Sikka akan membuat masyarakat memahami dan mentaati berbagai imbauan yang diberikan guna mencegah penularan penyakit ini.

“Kita tetap berupaya maksimal sehingga diharapkan agar kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Sikka bisa menurun. Kelompok berisiko seperti di tempat hiburan malam menjadi sasaran utama,” ucapnya.

Lihat juga...