UPT KPH Sikka Serahkan SK Pinjam Pakai Kawasan Hutan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan pinjam pakai lahan di kawasan hutan produksi Iligai.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, NTT, Benediktus Herry Siswadi saat ditemui di kantornya di Jl. Jenderal Sudirman, Maumere, Rabu (3/2/2021). Foto : Ebed de Rosary

Penyerahan lahan ini dilakukan kepada pemerintah Kabupaten Sikka yang akan membangun jalan raya yang menghubungi Kecamatan Nelle dan Kecamatan Bola yang melewati kawasan hutan produksi.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah menyetujui surat permohonan pinjam pakai kawasan hutan yang diajukan pemerintah Kabupaten Sikka,” kata Benediktus Herry Siswadi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di kantornya di Kota Maumere, Rabu (3/2/2021).

Herry katakan, surat dari KLHK sudah diserahkan olehnya kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang diterima Camat Nelle dan Bupati Sikka tanggal 21 Januari 2021 lalu sehingga pemerintah bisa melakukan pembangunan jalan tersebut.

Dikatakannya, pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan produksi tersebut atas nama Camat Nelle demi kepentingan pembangunan jalan raya yang menghubungkan 2 kecamatan yakni Nelle dan Bola.

“Prosedurnya memang harus mengurus izin pinjam pakai lahan di kawasan hutan karena status hutan di Iligai masuk kawasan hutan produksi. Areal di kawasan hutan yang dipergunakan sepanjang sekitar 3 kilometer lebih,” ucapnya.

Camat Nelle, Nicolaus Emanuel mengatakan, pembukaan jalan baru tersebut sejauh 4 Kilometer yang pembangunannya sudah dilaksanakan mulai dari Kampung Napung Basar, Dusun Kode, Desa Nelle Wutung, Kecamatan Nelle.

Nicolaus menyebutkan, pembukaan jalan ini sudah melalui tahap perencanaan yang dimulai dari tingkat desa hingga kabupaten dan status jalan ini merupakan jalan kabupaten sehingga setelah digusur akan diaspal menggunakan dana APBD II Sikka.

“Kami telah melakukan pendekatan kepada pemilik lahan dan mereka menyerahkan lahan secara sukarela untuk dipergunakan. Kita juga telah melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Desa Nelle Wutung dan Kecamatan Nell,” ungkapnya.

Nicolaus menambahkan, warga yang menyerahkan lahannya secara sukarela juga telah menandatangani surat berita acara penyerahan lahan dan pekarangan kepada pemerintah demi kepentingan banyak orang.

“Pembukaan jalan ini bertujuan membuka akses transportasi warga di 2 kecamatan terutama Kecamatan Bolla agar bisa menjual hasil pertaniannya di Kota Maumere. Selama ini masyarakat hanya berjalan kaki saja karena tidak ada jalan,” ucapnya.

Pembukaan jalan raya ini berkat perjuangan rekan-rekan media yang memberitakan kesulitan warga Kampung Iligai, Dusun Todang, Desa Hokor, Kecamatan Bola yang tinggal di dalam kawasan hutan produksi Iligai.

“Kami rekan-rekan wartawan yang juga anggota Komunitas Jalan Kaki (KJK) Maumere sebelumnya menyambangi kampung ini dan melihat kesulitan mereka menjual hasil komoditi pertanian dan perkebunan,” kata Albert Aquinaldo, awak media yang juga anggota Komunitas Jalan Kaki (KJK) Maumere.

Albert mengakui, saat ditemui warga megakui meminta agar dibangun akses jalan meskipun hanya dilewati sepeda motor agar warga bisa menjual hasil kebun mereka seperti ubi keladi, kopi, cengkeh, kakao dan lainnya.

“Selama ini warga dari Kecamatan Bola juga kalau ke pasar Alok Maumere berjalan kaki selama 4 jam melintasi hutan sambil membawa hasil kebun untuk dijual. Makanya kita memperjuangkan agar dibangun jalan di kawasan hutan,” ucapnya.

Lihat juga...