Uskup Maumere Imbau Umat Katolik tak Gelar Pesta

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Uskup Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka,Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta umat Katolik agar menahan diri menggelar pesta baik pernikahan maupun sambut baru. Imbauan ini menyusul masih banyaknya umat yang mengadakan pesta dengan menyebarkan undangan dan menyebabkan terjadinya kerumuman, yang berpotensi menjadi ajang penularan Covid-19.

“Saya mengimbau umat Katolik di Keuskupan Maumere agar membatasi diri menggelar pesta usai penerimaan sakramen di gereja,” imbau Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr., di Gereja Thomas Morus, Maumere, Minggu (7/2/2021).

Uskup Edwaldus juga mengharapkan agar umat Katolik mentaati imbauan pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19, mengingat kasus positif terus meningkat.

Uskup Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Pr., saat ditemui usai vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Sabtu (6/2/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Beliau juga menyesalkan adanya peningkatan kasus transmisi lokal yang kian mengkuatirkan, usai penyelenggaraan pesta yang meningkat akhir-akhir ini.

Edwaldus mengatakan, meskipun pemerintah sudah mengimbau untuk tidak mengggelar pesta, masih ada saja umat Katolik yang menyelenggarakan pesta yang mengundang kerumunan orang.

“Pemerintah sering meminta masukan kepada kami, dan kami selalu memebrikan masukan dan mengimbau kepada umat di berbagai kesempatan perayaan ekaristi di gereja,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr.Clara Yosephine Francis, MPH., menguatirkan peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka yang terus mengalami peningkatan.

Clara meyakini, bila pelaksanaan pesta masih terus digelar, maka kasus positif Covid-19 kian bertambah. Sebab, pihaknya melihat setelah adanya pesta sambut baru di beberapa wilayah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak gereja, agar menghimbau umat untuk tidak menggelar pesta sambut baru. Kita berharap agar masyarakat lebih patuh terhadap protokol kesehatan,” ucapnya.

Clara mengatakan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah menyampikan masukan kepada Bupati Sikka tentang kondisi yang kian menguatirkan dan minta dibuatkan sanksi.

“Harus ada sanksi tegas kepada warga yang melanggar, agar ada efek jera. Sebab, imbauan yang selalu disampaikan tidak ditaati warga,” pungkasnya.

Lihat juga...