Vaksin Covid-19 di Sikka Mulai Didistribusikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mendistribusikan vaksin Sinovac ke 19 titik pelaksanaan vaksinasi di beberapa kecamatan yang ada.

Pendistribusian vaksin dilaksanakan setelah sebelumnya 4.960 dosis vaksin tersebut diberkati oleh Uskup Maumere dan vaksin tersebut langsung dibawa ke fasilitas yang telah ditentukan.

“Hari ini vaksin sudah mulai kami distribusikan ke fasilitas kesehatan yang ditentukan selama beberapa hari ke depan,” kata Juru Bicara Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Y. Francis, kepada media, saat pemberkatan vaksin di di Gudang Farmasai di Jalan Kimang Buleng, Maumere, Rabu (3/2/2021).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr. Clara Y. Francis, MPH saat ditemui di Kantor Dinas Kesehatan, Selasa (2/2/2021). Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Clara, setelah didistribusikan pihaknya menunggu kedatangan jarum suntik sehingga pelaksanaan vaksinasi diharapkan bisa berlangsung dalam minggu ini.

Disebutkannya, ada 10 pejabat publik di Kabupaten Sikka yang telah siap menjalankan vaksinasi di antaranya Uskup Maumere Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Bupati Sikka, Kapolres Sikka, Dandim 1603 Sikka, Danlanal Maumere, serta Kajari Sikka.

“Setelah jarum suntik tiba di Maumere maka kita segera distribusikan juga agar proses vaksinasi bisa segera dilakukan. Kalau bisa dalam minggu ini kita sudah bisa lakukan vaksinasi,” ucapnya.

Clara menambahkan, jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia hinggga Selasa (2/2/2021) mencapai angka 10 orang di mana 4 orang berstatus probable.

Pasien terakhir yang meninggal dunia sebutnya, berinisial TK (64) perempuan warga Desa Sikka, Kecamatan Lela yang meninggal di RS TC Hillers Maumere, Selasa (2/2/2021) sekitar pukul 06.00 WITA.

Margaretha Endang, Koordinator Tim 3 Pengurusan Jenazah Covid-19 Kabupaten Sikka menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari rumah sakit, pasien TK dinyatakan positif rapid test antigen.

Margaretha menyebutkan, apabila hasil rapid test antigen positif berarti 97 persen pasien sudah menunjukkan gejala Covid-19 sehingga pasien dirawat di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere.

“Berdasarkan data pasien TK mempunyai komorbid sehingga mempunyai kecenderungan untuk terserang Covid-19. Memang kalau ada penyakit penyerta cepat sekali terkena Covid-19,” ungkapnya.

Pasien berinisial TK (64) merupakan pasien rujukan dari RS. Santa Elisabeth Lela dan dirawat di Ruang Isolasi Covid-19 RS TC Hillers Maumere, Senin (1/2/2021) sekitar pukul 19.00 WITA dan meninggal dunia Selasa (2/2/2021) pukul 06.00 WITA.

Saudara almarhumah TK, Mikael Yustinus mengatakan, TK masuk ke RS Lela, Minggu (31/1/2021) dan saat dilakukan pemeriksaan dinyatakan ada gejala Covid-19 sehingga harus dirujuk ke RS TC Hillers Maumere.

“Menurut dokter yang dinas pagi hari di RS Lela, hasil USG pasien semuanya sehat. Sore jam 6, ada dokter lain setelah menyuruh perawat melakukan pemeriksaan lalu dikatakan memiliki gejala Covid-19,” ungkapnya.

Mikael mengakui, keluarga sempat protes dikatakan saudarinya meninggal akibat Covid-19, sebab sebelumnya hasil pemeriksaan di RS Santa Elisabeth Lela dikatakan pasien dalam keadaan sehat.

Lihat juga...