Vaksin Mandiri COVID-19 Hanya Bisa ke Orang Kaya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktur Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), Yusuf Wibosono, menilai, penerapan vaksin Covid-19 mandiri hanya akan bisa kepada orang kaya saja. Karena sifat vaksin ini, mengharuskan masyarakat untuk membeli, bukan didapat dengan gratis.

“Vaksin mandiri ini, yang jelas bisa ke orang kaya. Yang mampu membeli kan orang kaya, dan mereka punya keinginan untuk divaksin,” ujar Yusuf, kepada Cendana News saat dihubungi, Jumat (19/2/2021).

Dia menyebut, secara keseluruhan langkah pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini masih terlihat reaktif tidak ada strategi. Padahal pandemi ini membutuhkan langkah taktis yang terukur dan terarah serta sinergi antar seluruh pihak terutama dari pemerintah.

Sehingga menurutnya, pemberian vaksin ini seharusnya melengkapi strategi mendasar melawan pandemi Covid-19, yaitu 3T (testing, tracing dan treatment).

“Ini yang kita lihat sampai sekarang masih memprihatinkan, dan vaksin itu sendiri sebenarnya harus gratis,” tukasnya.

Karena menurutnya, dengan keterbatasan yang ada skala prioritas itu menjadi sangat penting dalam pelaksanaan melawan pandemi Covid-19 ini.

Tentu yang paling penting adalah vaksin itu benar-benar bisa menurunkan atau mengurangi dampak tingkat kematian kasus Covid-19.

“Nah, jadi vaksin mandiri, kita melihatnya yang fundamental saja belum dibenari. Ya 3T dibagusin dulu, dibenari semua lebih optimal. Vaksin gratis dioptimalkan skala prioritasnya, utamanya kelompok-kelompok yang paling urgen untuk menerima. Baru setelah itu pikirkan yang berikutnya, seperti vaksin mandiri,” tukas Yusuf.

Hingga saat ini menurutnya, penanganan pandemi Covid-19 yang fundamental saja masih jauh dari optimal. Tapi pemerintah selalu melahirkan kebijakan-kebijakan baru yang tidak fokus arahnya sejak awal pandemi Covid-19.

“Jadi selalu ada langkah-langkah tidak terarah dan sistematis dari pemerintah dalam menanggulangi Covid-19. Kita melihat kebijakan pemerintah sampai hari ini semakin memburuk, belum ada perbaikan,” tegasnya.

Lihat juga...