Vaksinasi COVID-19 di Sikka Digelar Serentak di 19 Faskes

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Sebanyak 10 tokoh publik dan 15 tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjalani vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Lhaunching vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Sabtu (6/2/2021).

Vaksinasi perdana diikuti 10 pejabat public, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Kapolres Sikka AKBP Sajimin,SIK. Kajari Sikka, Fahmi,SH, Sekda Kabupaten Sikka, Adrianus Parera. Kemudian Uskup Maumere, MGR. Edwaldus M.Sedu Pr.

Anggota DPRD, Alfonsus Ambrosius, Kepala BPJS Kesehatan Maumere I Gusti Ngurah Arie, Rektor Unipa, Angelinus Vincentius, GM KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Ferdiyanto Lering dan Ketua KNPI Sikka, Margaretha M.Da Maga Bapa. “Dari 25 orang yang menerima vaksinasi Covid-19 terdapat 5 tenaga medis, 10 pejabat publik dan 10 tenaga kesehatan dari Puskesmas Wolomarang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sikka, dr.Clara Y.francis, MPH, di Puskesmas Wolomarang, Sabtu (6/2/2021).

Dikatakan Clara, ke-5 tenaga medis yang ikut divaksin diantaranya Kepala Dinas Kesehatan, Petrus Herlemus, SFarm, Sekertaris Dinas Kesehatan, dr.Clara Y.Francis, perwakilan dokter ahli, dr.Asep Purnama,SpPd dan Ketua IDI Sikka dr.Mario B.Nara,SpA, serta Direktur RS TC Hillers Maumere, dr.Marietha L.Dua Weni.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sikka, NTT, dr.Clara Y.Francis. MPH, saat menggelar konfrensi pers di Puskesmas Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Sabtu (6/2/2021) – Foto : Ebed de Rosary

Dari jumlah tersebut, satu orang yang tertunda vaksinasinya adalah Uskup Maumere, karena mengalami tekanan darah tinggi. Dan dalam waktu satu dua hari ke depan, akan diobservasi kembali agar tetap bisa mendapatkan vaksinasi. “Tanggal 21 Februari nanti, kita akan laksanakan vaksinasi tahap kedua. Hari ini ada 19 Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang disediakan, di 18 Puskesmas dan RS TC Hillers  Maumere, dimana masing-masing ada 25 orang,” jelasnya.

Satgas COVID-19 Sikka, berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi, agar bisa selesai sebelum 21 Februari, untuk menggelar vaksinasi tahap kedua dan dosis kedua. Data terbaru, di Kabupaten Sikka sudah 365 kasus positif COVID-19, yang mana ada penambahan 10 kasus baru dan didominasi oleh transmisi lokal sebanyak 68 persen.  “Kami tetap mengimbau masyarakat tidak menggelar pesta dengan melakukan koordinasi dengan pihak gereja. Harus ada langkah tegas dan kami sudah berikan masukan agar gugus tugas harus melakukan sesuatu yang luar biasa,” ungkapnya.

Clara menyebut, Sabtu (6/2/2021), di ruang isolasi RS TC Hillers Maumere tersisa lima orang pasien yang masih dirawat. Ada tambahan 10 orang positif dari pemeriksaan PCR. Kemudian ada 16 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif, dan ada seorang narapidana Rutan Maumere, yang dirujuk pada Jumat (5/2/2021) malam, karena mengalami gejala sesak nafas. Hasil rapid antigen dikonfirmasi positif. “Kami sudah meminta, agar teman-teman satu selnya agar dipisahkan untuk dilakukan penelusuran kontak erat yang dilaksanakan hari ini,” jelasnya.

Sementara itu Uskup Maumere, Mgr.Edwaldus Martinus Sedu,Pr mengaku mengalami darah tinggi, sehingga pelaksanaan vaksinasi ditunda terlebih dahulu, sambil menjalani observasi lanjutan. Uskup Edwaldus meminta, umat Katolik tidak perlu takut menjalani vaksinasi COVID-19, karena langkah yang dilakukan sangat bermanfaat untuk memerangi penyebaran penularan Covid-19. “Saya mengharapkan pastor paroki bersama dewan pastoral bisa melihat kondisi masing-masing wilayahnya, dan meminta agar umat tidak menggelar pesta guna mencegah penularan COVID-19,” pungkasnya.

Lihat juga...