Vaksinasi COVID-19 Tahap Dua, 915 Ribu Dosis Didistribusikan di Jatim

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat memantau proses pendistribusian vaksin COVID-19 di Kantor Dinkes Jatim di Surabaya, Senin (22/02/2021) – Foto Ant

SURABAYA – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Jatim), mulai mendistribusikan 915 ribu dosis vaksin COVID-19 tahap kedua, untuk 38 kabupaten dan kota se-wilayah setempat.

“Saya pastikan, proses pendistribusian vaksin telah dimulai, sehingga daerah yang belum menyelesaikan vaksinasi tahap pertama, harap menyelesaikan sesegera mungkin,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat memantau proses pendistribusian vaksin COVID-19 di Kantor Dinkes Jatim di Surabaya, Senin (22/2/2021).

Khofifah menyebut, Jatim mendapatkan 10 persen dosis vaksin Sinovac pada termin pertama pelaksanaan vaksinasi COVID-19. “Kami mengikuti arahan dari Kemenkes, masing-masing daerah hanya bisa 10 persen. Jadi, vaksinasi tahap pertama harus diselesaikan dulu, baru bisa melakukan vaksinasi tahap kedua untuk pemberi pelayanan publik,” ucap mantan Menteri Sosial tersebut.

Kepala Dinkes Jatim, Herlin Ferliana mengatakan, pada Senin (22/2/2021), ada empat mobil boks berisi vaksin COVID-19 yang diberangkatkan. Mobil pertama untuk daerah Surabaya, Bangkalan, Sampang, dan Sumenep. Mobil kedua untuk mendistribusi ke Mojokerto kabupaten dan kota, Kediri kabupaten dan kota hingga ke Trenggalek. “Lalu, ada dua mobil yang bergerak ke daerah lain,” kata Herlin.

Untuk wilayah terjauh, seperti Banyuwangi dan Pacitan, akan didistribusikan pada Selasa (23/2/2021) pagi. Sehingga diharapkan pendistribusian vaksin COVID-19 ke seluruh kabupaten dan kota dapat segera tuntas.

Sebanyak 915 ribu vaksin COVID-19 tersebut, untuk dosis pertama dan kedua bagi pemberi layanan publik. “Setiap orang mendapat dua dosis, dan harus mendapat vaksin dengan merek sama. Jaraknya antara penyuntikan dosis pertama dan kedua bagi orang biasa adalah 14 hari. Sementara bagi orang lanjut usia adalah 28 hari,” jelasnya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur itu mengungkapkan, ada 4,6 juta sasaran vaksin COVID-19 di Jatim. Dan sebanyak 460 ribu atau 10 persen sasaran, harus terseselesaikan pada termin pertama. “Jadi tidak usah khawatir, Insyaallah, pemberi pelayanan publik dan sumber daya manusia kesehatan bisa ter-cover semua sampai Mei,” tutur Herlin. (Ant)

Lihat juga...