Victoria Deteksi Dua Kasus COVID Lokal di Hari Kedua “Lockdown”

MELBOURNE — Negara Bagian Victoria, yang berpenduduk terbanyak kedua di Australia, melaporkan dua kasus COVID-19 penularan lokal pada Minggu, hari kedua pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) selama lima hari untuk menekan penyebaran virus varian Inggris.

Kedua kasus baru tersebut, termasuk pada seorang anak tiga tahun, merupakan yang pertama terjadi di luar kontak serumah dari klaster pekerja yang terinfeksi di hotel karantina di bandara Melbourne, kata otoritas kesehatan.

Sementara, klaster hotel yang memicu aturan lockdown lima hari sejauh ini telah menginfeksi 16 orang.

Kendati hanya tiga kasus lokal yang teridentifikasi di antara ribuan orang yang dites sejak aturan penguncian wilayah diumumkan pada Jumat (12/2) , otoritas kesehatan Victoria menyebut pembatasan yang ketat masih diperlukan.

“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kita telah berhasil, namun tanda-tandanya menunjukkan bahwa masyarakat Victoria melakukan hal yang benar,” kata Kepala Bidang Kesehatan Victoria Martin Foley.

Seluruh warga Victoria diwajibkan diam di dalam rumah, kecuali untuk berbelanja kebutuhan utama dan menjalankan pekerjaan bidang esensial, juga mengasuh atau merawat orang lain, dan olahraga luar ruangan.

Sementara itu, pemerintah negara bagian berpacu menelusuri keberadaan para pengunjung sebuah kafe bandara –lokasi seorang petugas terinfeksi dan melakukan kontak dengan dua kasus baru saat ini.

Dua pasien kasus baru tersebut sempat pula menghadiri sebuah acara, tempat salah satu pekerja hotel juga hadir. Orang-orang lain yang hadir di acara dengan peserta 38 orang itu kini telah berada dalam masa isolasi dan sedang menjalani tes.

Sementara itu, Selandia Baru pada Minggu juga melaporkan tiga kasus COVID-19 baru dan menerapkan langkah penguncian wilayah di Auckland, kota terbesar negara itu.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt menyatakan bahwa penerbangan dari Selandia Baru, dalam koridor perjalanan satu arah, masih diizinkan beroperasi.

“Kami merasa saat ini risikonya masih sangat rendah,” kata Hunt, yang mengonfirmasi bahwa pihaknya akan memulai program vaksinasi pada akhir Februari. [Ant]

Lihat juga...