Viral, Sabo Dam Nglumut Ramai Dikunjungi Wisatawan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sebuah desa wisata yang terletak di perbatasan DIY dan Jawa Tengah mendadak viral baru-baru ini. Hal itu tak lepas karena adanya sebuah Sabo Dam berbentuk unik yang baru saja selesai dibangun pemerintah, sehingga banyak menarik minat masyarakat.

Seorang penggowes, Ajik asal Tamanan Bantul. Foto: Jatmika H Kusmargana

Bendungan itu bernama Sabo Dam Nglumut, yang terletak sekitar 26 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, tepatnya di aliran sungai Bebeng desa Nglumut, Srumbung, Magelang. Sepintas, Sabo Dam Nglumut, tak ubahnya seperti bendungan pada umumnya.

Yang menarik, Sabo Dam ini memiliki dua jalan penghubung yang terbuat dari cor-coran beton di kanan dan kirinya. Menjadikannya mirip seperti sebuah lorong jalan, yang sangat menarik untuk dijadikan tempat berfoto ria.

Saat Cendananews berkunjung baru-baru ini, bendungan Sabo Dam Nglumut nampak ramai dipenuhi pengunjung. Mereka umumnya adalah para pesepeda atau penggowes dari kota Yogyakarta dan sekitarnya. Sejak pagi mereka nampak datang ke lokasi ini dengan rombongan masing-masing sekedar untuk berfoto bersama.

Seperti halnya dilakukan seorang penggowes, Ajik asal Tamanan Bantul. Bersama rekan-rekannya ia rela jauh-jauh datang ke lokasi ini lantaran penasaran dan ingin berfoto ria.

“Memang setiap hari minggu biasa gowes. Kebetulan tempat ini sedang viral di grup sepeda. Karena penasaran akhirnya datang kesini. Ternyata tempatnya memang bagus, cukup menarik untuk foto-foto. Meskipun jadi ramai,” katanya belum lama ini.

Viralnya Dam Nglumut ini ternyata mampu memberikan dampak positif bagi warga sekitar. Selain mampu mengangkat nama desa wisata Nglumut, banyaknya wisatawan yang datang juga mampu menggerakkan ekonomi warga sekitar. Dibuktikan dengan munculnya warung-warung di sekitar lokasi.

Selain bisa menikmati keunikan bangunan Dam Nglumut dengan suasana khas pedesaan yang sejuk nan asri, wisatawan yang datang ke desa wisata Nglumut juga bisa berkeliling ke perkebunan salak. Pengunjung bisa berkeliling dan membeli salak langsung dari pohonnya.

Sabo Dam Nglumut sendiri dibangun pemerintah sejak tahun 2000 lalu. Dam ini dibangun untuk mengendalikan aliran lahar gunung Merapi. Yakni agar material lahar dingin yang terbawa aliran air di sungai Bebeng dapat tertahan di dam, sehingga tidak membahayakan daerah hilir sungai.

Lihat juga...