Warga Banjarnegara Diimbau Mewaspadai Cuaca Ekstrem

Kepala BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie – foto Ant

BANJARNEGARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengimbau, warga setempat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, pada periode puncak musim hujan 2021.

“Pada saat ini, hampir seluruh wilayah di Banjarnegara sudah mulai memasuki puncak musim hujan, sehingga perlu terus meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, Kamis (25/2/2021).

Menurut prakiraan cuaca, potensi peningkatan curah hujan akan terjadi hingga periode sepekan ke depan atau hingga 1 Maret 2021. “BMKG memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, hingga satu pekan ke depan,” katanya.

Hal tersebut masih terkait dengan adanya pusat tekanan rendah di wilayah perairan sebelah selatan nusa tenggara, yang dapat berpotensi menjadi bibit siklon tropis. Pada saat ini, intensitas curah hujan di wilayah setempat terus mengalami peningkatan. Sehingga pihaknya menggencarkan penyebarluasan informasi kondisi cuaca terkini.

Menurutnya, pada puncak musim penghujan, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor, juga ikut mengalami peningkatan. “Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana banjir dan longsor,” tandasnya.

Masyarakat yang tinggal di area perbukitan atau lereng, juga yang tinggal di area daerah aliran sungai, untuk meningkatkan kehati-hatian. “Tingkatkan budaya sadar bencana, jangan panik, namun perlu tetap waspada, karena kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan,” tandasnya.

BMKG Banjarnegara, akan terus meningkatkan sosialisasi mengenai risiko peningkatan intensitas hujan kepada masyarakat dan instansi terkait lainnya. Tujuannya, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. “Khususnya di periode puncak musim penghujan, ambil langkah mitigasi yang diperlukan khususnya di daerah rawan longsor,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...