Warga Bunulrejo Optimalkan Produksi Bunga Telang untuk Minuman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Selama ini Bunga Telang hanya dikenal masyarakat sebagai bahan pewarna makanan, namun pada kenyataannya tanaman yang memiliki nama ilmiah Clitoria ternatea ini juga bisa dijadikan sebagai minuman kesehatan.

Sayangnya hingga saat ini masih belum banyak orang yang tahu tentang manfaat bunga Telang bagi kesehatan. Bahkan tidak sedikit orang yang justru membiarkannya tumbuh liar tanpa memanfaatkannya.

Bunga Telang dalam proses pengeringan, Selasa (16/2/2021). Foto: Agus Nurchaliq

Melihat peluang tersebut, pasangan suami istri Dadik Widodo dan Amita Pawitra Putri warga jalan Grindulu RT 6 RW 7, kelurahan Bunulrejo, kecamatan Blimbing, kota Malang, coba memanfaatkan bunga berwana biru dan ungu ini menjadi berbagai minuman kesehatan, mulai dari Wedang Telang, Sirup Telang, hingga Teh Telang.

Amita menceritakan, ia sebenarnya mengenal bunga Telang sudah sejak kecil. Hanya saja pada saat itu ia hanya menggunakannya untuk mainan layaknya anak-anak kecil lainnya.

Namun seiring dengan berjalannya waktu dan kemudahan dalam mendapatkan informasi, Amita kemudian mendapatkan berbagai informasi dari kawan-kawannya sesama pecinta tanaman (gardener) di Jawa Barat yang menyebutkan, adanya penelitian yang memunculkan bahwa bunga Telang kaya akan manfaat kesehatan.

Di antaranya kaya akan antioksidan karena warnanya yang pekat dan bersifat sebagai penghancur racun dalam darah sehingga baik bagi penderita gagal ginjal, diabetes, serta bisa mengecilkan kelenjar getah bening.

“Selain itu, bunga Telang juga bagus sebagai penyehat mata dan menghilangkan rasa pegal linu serta meredakan batuk,” terangnya saat ditemui Cendana News di rumahnya, Selasa (16/2/2021).

Dengan manfaatnya yang begitu banyak, Amita kemudian berkeinginan untuk menanam sendiri bunga Telang di pekarangan rumahnya. Sayang pada saat itu tanaman Telang sulit didapatkan di Malang sehingga terpaksa ia memesan bijinya dari Bogor untuk ditanam di pekarangan rumah.

“Awalnya hanya untuk pewarna makanan saja. Tapi kemudian di awal pandemi 2020, saya coba bikin minuman untuk meningkatkan imunitas. Saya gabungkan bunga Telang dengan jahe, sereh serta jeruk lemon, dan jadilah yang namanya wedang Telang siap minum,” ucapnya.

Karena wedang Telang yang ia buat tidak menggunakan bahan pengawet menjadikannya minuman tersebut tidak bisa tahan lama. Dari situ kemudian Amita bersama sang suami berinisiatif untuk menjual bunga kering Telang untuk teh.

“Akhirnya terciptalah teh bunga Telang dan saya sudah membuat inovasi baru berupa sirup Telang yang sudah dimasak dengan berbagai macam rempah. Jadi orang tinggal menyeduhnya dengan air,” sebutnya.

Cara membuat teh Telang cukup dengan cara menjemur bunga Telang di bawah sinar matahari langsung. Hanya saja saat menjemur tidak perlu sampai benar-benar kering atau jangan sampai berubah warna menjadi kecoklatan.

“Menjemurnya juga harus diperhatikan jangan sampai gosong atau kering sekali supaya warnanya tetap biru. Jadi memang ada teknik sendiri untuk menjemur. Biasanya saya jemur pagi, kemudian diangkat jam 12 siang selanjutnya diangin-anginkan supaya hasilnya kering tapi warnanya tetap biru,” jelasnya.

Untuk bunga telang sendiri, lanjutnya, sebenarnya hambar tidak ada rasanya, sehingga perlu ditambahkan rempah-rempah lainnya seperti jahe, sereh, maupun jeruk lemon supaya rasanya lebih nikmat dan khasiatnya lebih bagus.

Disebutkan, harga bunga kering teh Telang 5 gram dijual seharga 15 ribu. Kemudian sirup Telang 500 ml harganya 30 ribu. Sedangkan wedang Telang yang siap minum per botol 350 ml dijual jual 6 ribu.

“Saya produksi berdasarkan pesanan saja, karena tidak ada bahan pengawetnya jadi tidak bisa disimpan lama,” akunya.

Terkait pemasaran, Amita menjual bunga kering teh Telang secara online dan sudah pernah mendapatkan pesanan dari daerah Pekan Baru dan Tangerang.

“Untuk sirup Telang saya sudah masukkan ke beberapa kantin seperti di Samsat dan Polres. Saya juga rutin mengirimkan wedang Telang siap minum ke Kapolresta kota Malang, karena beliau gemar sekali dengan minuman ini,” tuturnya.

Menurutnya, saat ini permintaan minuman Telang cukup banyak, hanya saja ketersediaan bunganya belum mampu Amita memenuhi semua permintaan. Karenanya Amita kemudian mengajak bekerjasama dengan warga sekitar.

“Jadi saya berdayakan Ibu-ibu rumah tangga di RW saya untuk menanam bunga Telang di rumahnya masing-masing. Harapan saya setiap rumah bisa menanam satu pohon Telang. Nanti mereka bisa jual bunganya ke saya untuk selanjutnya diproduksi sebagai minuman kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Dadik, budi daya Telang sebenarnya tidak susah. Bijinya tinggal ditanam saja di tanah, setelah itu sekitar satu bulan tanaman Telang sudah bisa berbunga.

“Semakin sering kita ambil bunganya, maka semakin banyak keluar bunganya, jadi tidak perlu perawatan ekstra,” terangnya.

Lihat juga...