Warga Kota Probolinggo Ubah Rawa Jadi Tambak Ikan Koi

Editor: Makmun Hidayat

PROBOLINGGO — Berawal dari keinginan untuk memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi bernilai ekonomi, warga RW 2 RT 5 Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Nanang Santuso (38) menyulap lahan rawa menjadi tambak untuk budidaya ikan koi.

“Dulu di tempat ini merupakan rawa yang banyak ditumbuhi tanaman kangkung, tapi sekarang sudah menjadi tambak ikan koi. Total sekarang ada 22 kolam tambak ikan koi,” ujar Nanang saat ditemui Cendana News di rumahnya, Senin (15/2/2021).

Nanang menceritakan, usaha budidaya ikan koi sudah mulai ditekuninya sejak 2,5 tahun lalu. Ia memilih ikan koi untuk dibudidayakan sebab pada saat itu belum banyak pembudidaya ikan koi. Bahkan pada awalnya di daerah tersebut hanya dirinya yang menekuni budidaya ikan koi.

Namun seiring berjalannya waktu kemudian ia mulai mengajak keluarganya untuk ikut bergabung beternak ikan koi untuk memanfaatkan lahan rawa mereka yang selama ini tidak produktif.

“Jadi awalnya saya beri contoh dulu, diawali dengan membuat tambak ikan koi supaya rawa tersebut lebih bermanfaat. Kemudian pelan-pelan kita ajak keluarga dan Alhamdulillah banyak yang tertarik, akhirnya kita budidaya bersama-sama. Sekarang ada 12 orang yang ikut bergabung,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan Nanang, budidaya ikan koi sebenarnya memang tidak mudah. Banyak kesulitan yang harus dihadapi, terutama dalam perawatannya. Pasalnya,  ikan koi merupakan jenis ikan yang mudah terserang penyakit dan mudah tertular penyakit. Jenis penyakitnya di antaranya Aeromonas, jamur insang dan dropsi.

Karenanya Nanang mengaku hingga saat ini dirinya masih terus belajar dan banyak belajar tentang budidaya ikan koi dari komunitas koi yang ada di Probolinggo.

“Tanda ikan yang terkena penyakit adalah ikannya akan menyendiri, kulit agak kemerahan, ada yang ngurat. Namun ada juga ikan yang sehat tapi tiba-tiba mati, kayak orang jantungan. Itu biasanya kena jamur insang. Jadi dari luar terlihat bagus, tapi di dalamnya busuk,” terangnya.

Sedangkan penyakit yang paling sering menyerang adalah aeromonas yang bisa menyebabkan kematian dan cepat menular.

Guna mengurangi risiko terserang penyakit, pengendaliannya adalah dengan menjaga kualitas air agar tetap bersih, steril dari kutu dan amoniak.

“Budidaya ikan koi itu harus bisa merawat airnya, bukan merawat ikannya. Karena kalau airnya sehat, pasti ikannya juga sehat,” tuturnya.

Jenis ikan koi bisa dipelihara dalam kolam semen, kolam terpal, kolam fiber bahkan di akuarium. Asalkan harus menggunakan filter untuk menjaga kualitas agar tetap bersih dan menggunakan media karang jahe untuk sebagai penurun pH air agar tetap diangka 7-8. Ikan koi bisa juga dibudidayakan memakai air PDAM tapi butuh treatment khusu untuk mengurangi kandungan kaporitnya.

Kemudian jika kolam terkena air hujan harus segera dikasih garam, karena jika tidak akan berisiko pada munculnya jamur.

“Dibandingkan musim kemarau, pada musim penghujan dan pancaroba perawatan ikan koi akan lebih sulit karena ikan rawan terserang penyakit,” ujarnya.

Kemudian jika sudah ada satu ekor ikan yang terserang penyakit, harus segera dikarantina agar tidak menular pada ikan lainnya. Apalagi kalau sudah ada yang terkena jamur Insang, ikan yang lainnya pasti juga ada yang terkena.

Untuk menyembuhkannya bisa menggunakan obat-obatan kimia, tapi ada juga yang lebih tertarik menggunakan obat-obatan alami untuk menyembuhkan ikan-ikannya, tergantung pemiliknya. Tapi intinya semua obat itu bagus, yang penting tahu dosis pemberiannya.

“Budidaya ikan koi itu memang hobi yang bisa menghasilkan, tapi risikonya juga besar,” akunya.

Sementara untuk perawatan ikan koi yang masih kecil, menurut Nanang lebih baik dirawat atau dibesarkan di kolam tambak yang masih alami agar pertumbuhannya maksimal.

“Setelah tiga bulan, kemudian kita ukur dan kita pilih. Uang bagus kita besarkan lagi. sedangkan yang standar langsung kita jual,” jelasnyan.

Sedangkan untuk memunculkan warnanya bergantung pakan yang diberikan. Begitu pula jika ingin mendapatkan bentuk tubuh ikan koi yang proporsional, harus diberikan pakan yang tepat.

Disebutkan, ada sekitar 15 jenis ikan koi yang dibudidayakan ditempat tersebut diantaranya jenis Kohaku, Showa, Shiro Bekko, Utsurimono, Asagi, Shusui dan lain sebagainya. Biasanya ikan yang sudah layak dijual adalah ikan yang usianya empat bulan.

“Sedangkan Ikan yang layak untuk dijadikan indukan harus sudah berusia lebih dari satu tahun,” ucapnya.

Ia menambahkan, biasanya yang banyak peminatnya adalaj jenis Kohaku dan Showa karena warnanya bagus jika ditempatkan dalam kolam

Sementara, salah satu pembeli, Samsul mengaku sudah beberapa kali membeli ikan koi di tempat Nanang. Karena menurutnya, kualitas Ikan yang dijual cukup bagus dan harganya juga tidak terlalu mahal.

“Sudah beberapa kali beli. Kualitas ikannya lumayan bagus dan hargannya cukup terjangkau,” akunya.

Lihat juga...