Wawali Kota Bekasi Beri Motivasi Guru dan Murid Saat PJJ

Editor: Makmun Hodayat

BEKASI — Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberi motivasi guru dan peserta didik dalam penerapan Pelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang masih dilaksanakan. Hal itu untuk menjaga mutu kualitas sistem PJJ.

“Saya setiap Minggu mengunjungi beberapa sekolah di Bekasi untuk melihat langsung proses PJJ. Bahkan tidak sedikit saya menyapa peserta didik melalui PJJ yang digelar oleh sekolah,” kata Tri Adhianto, mengakui baru-baru ini melakukan monitoring di SMPN 15 dan 28, kepada Cendana News, Kamis (25/2/2021).

Dikatakan hal tersebut dilakukan karena banyaknya keluhan yang datang kepadanya terkait sistem PJJ dari orang tua murid. Keluhan itu seperti menurunnya tingkat kedisiplinan peserta didik dalam mengerjakan tugas sekolah.

Menurutnya banyak dari orangtua siswa mengakui tugas sekolah banyak dikerjakan oleh orangtuanya. Hal itu terjadi karena peserta didik sendiri mengaku sudah jenuh dengan sistem PJJ.

“Banyak hal pengaduan yang masuk, tidak hanya itu soal jaringan pun jadi persoalan seperti akses internet di musim hujan sekarang dan lainnya.  Saya hanya memberi motivasi berkunjung ke sekolah dan mengobrol dengan peserta didik melakui zoom,” paparnya mengaku dalam zoom mempertanyakan kesulitan apa yang dialami siswa.

Oleh sebab itu, Tri Adhianto selaku Wakil Wali Kota Bekasi agendakan kunjungan kerja untuk memonitoring sekolah-sekolah yang ada di Kota Bekasi, salah satunya yang di kunjungi hari ini adalah SMPN 15 dan SMPN 28 Kota Bekasi.

Dia memberi arahan meski dengan sistem daring minim pengawasan, tapi disiplin kepada guru dan peserta didik harus tetap dilakukan. Seperti mengingatkan siswa yang terlihat melalui zoom rambutnya mulai gondrong dan lainnya.

“Saya harap semua tetap disiplin dengan tugas-tugas sekolah, disiplin akan kerapian, bagi yang laki-laki yang rambutnya panjang segera dirapikan,” ujarnya mengingatkan.

Diakuinya meski sistem pembelajaran saat ini tidak sesuai ekspektasi. Tetapi tidak menyurutkan semangat guru untuk memberi pelajaran, dan tidak pula menyurutkan semangat peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Persoalan jenuhnya peserta didik mengikuti kegiatan sistem PJJ diakui oleh ibu rumah tangga, Ibu Nunik yang anaknya bersekolah di SD Negeri Jatimekar. Menurutnya anaknya tidak pernah mengikuti PJJ ataupun mengerjakan tugas.

Nunik mengaku sudah meliburkan anaknya sekolah setahun. Hal tersebut karena terlalu ribet dan anaknya tidak mau mengikuti video zoom. Begitupun untuk tugas, ia sendiri nangis disuruh mengerjakan tugas.

“Anak saya baru kelas 2, kan masih belum paham apa-apa. Ternyata SD sekarang, tugasnya lebih ribet dari dulu, membaca saja anak saya masih ngeja,” tukasnya.

Lihat juga...