17.387 Perusahaan Daftar Vaksinasi Mandiri, Kadin: Bulan Depan Dimulai

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Sejak diluncurkan pada 26 Februari lalu, Vaksin Gotong Royong mendapat respon positif oleh dunia usaha. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencatat, saat ini sudah ada 17.387 perusahaan yang mendaftar untuk melaksanakan vaksinasi mandiri tersebut.

“Jumlah pendaftar yang kami himpun mengalami penambahan sejak tahap pertama pendaftaran dibuka. Hingga kini Batch 2 ditutup, total pendaftar mencapai sedikitnya 17.387 perusahaan dengan total vaksinasi mencapai 8.665.363 orang,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani saat dihubungi Cendana News, Jumat (26/3/2021).

Secara rinci, Rosan menyebut, bahwa sektor industri padat karya atau manufaktur yang mendaftar di vaksin.kadin.id mencapai 981 perusahaan. Setiap perusahaan padat karya tersebut bisa mendaftarkan vaksinasi untuk karyawan dan keluarga karyawannya mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu orang.

Sementara itu, untuk sektor perdagangan, ekspor/impor dan ritel mencapai 4.882 perusahaan pendaftar. Konstruksi dan infrastruktur mencapai 1119 dan sektor jasa mencapai 1403 perusahaan, dan sektor-sektor industri lainnya.

“Datanya masih bergerak terus dan masih banyak perusahaan yang mau daftar di Batch 3. Perkiraan pelaksanaan vaksinasi dimulai pertengahan April bulan depan,” tandas Rosan.

Sebagai induk organisasi dunia usaha, Kadin kata Rosan, akan terus mensinergikan program dengan berbagai pihak untuk turut serta dalam upaya mengurangi transmisi Covid-19 serta menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

“Kami mendukung upaya-upaya percepatan untuk mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” tukasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi gotong royong ini diberikan perusahaan secara gratis kepada seluruh karyawannya.

“Seluruh penerima vaksin gotong-royong tidak akan dipungut biaya apa pun atau dalam hal ini tidak perlu ada pembayaran dan diberikan secara gratis oleh perusahaan yang melakukan vaksinasi gotong-royong,” terang Nadia.

Dia juga memastikan, vaksinasi gotong royong ini tidak akan mengganggu program vaksinasi yang tengah dilaksanakan pemerintah.

“Saya ulangi sekali lagi, jenis vaksin gotong royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novavax dan Pfizer, sehingga kita memastikan tidak akan ada kebocoran vaksin itu yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong,” pungkas Nadia.

Lihat juga...