25 Lokasi Kampung Nelayan Masuk Program Padat Karya

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini saat memberikan keterangan, Senin (1/3/2021). Foto: Muhammad Amin

JAKARTA — Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengembangkan perkampungan nelayan. Upaya tersebut untuk mengubah kampung nelayan dari kesan miskin, kumuh dan kotor menjadi lebih maju.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Muhammad Zaini menyebutkan, pada 2021, KKP menargetkan pengembangan 25 lokasi kampung nelayan di Indonesia yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan dilaksanakan melalui program padat karya.

Pengoptimalan itu akan menggandeng kementerian dan lembaga terkait untuk bersinergi dalam rangka pengembangan kampung nelayan lebih maju.

“Kami juga melibatkan swasta dan BUMN untuk fasilitasi pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), perguruan tinggi melalui program KKN, lembaga permodalan serta organisasi kemasyarakatan untuk berkontribusi,” jelasnya Muhammad Zaini Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Senin (1/3/2021).

Tujuan program kampung nelayan maju untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya nelayan.

Langkahnya berupa bantuan sarana prasarana penataan kampung nelayan dengan memperbaiki fasilitas umum, penyediaan air bersih, pengolahan sampah dan pembenahan saluran air.

“Tidak hanya fisiknya saja, para nelayan juga kita libatkan langsung serta diberikan edukasi baik spiritual maupun kultur nelayan yang baik dan maju. Kita juga akan siapkan dukungan pendanaan dan pemberdayaan nelayan dengan memberikan pendampingan serta pelatihan untuk nelayan dan keluarganya,” imbuhnya.

Dijelaskan bahwa saat ini KKP tengah menyempurnakan petunjuk teknis pelaksanaan program kampung nelayan. Ditargetkan bulan depan dapat dilakukan sosialisasi dan penerimaan dokumen proposal dari lokasi target kegiatan serta penetapan lokasi dan persiapan pelaksanaannya di bulan April.

“Bulan Mei harus sudah jalan, sehingga tidak sampai akhir tahun program dapat selesai agar dapat kita lakukan monitoring evaluasi. Semoga secara bertahap dapat terus dilakukan di tahun-tahun berikutnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi prioritas capaian KKP. Pembangunan kampung nelayan merupakan salah satu upaya untuk memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pembangunan kawasan pesisir harus diiringi oleh kesadaran yang kuat dari masyarakat setempat untuk memajukan daerahnya. Untuk itu, perlu penguatan edukasi saat merealisasikan setiap program pembangunan kawasan pesisir, selain mendirikan infrastruktur fisik,” ujarnya saat membahas secara daring program Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Menteri Trenggono berharap konsep ini bukan hanya pembangunan fisiknya saja, tapi juga pembinaan kepada masyarakat dikuatkan. Ini untuk menambah pengetahuan bagaimana mengolah potensi yang dimiliki menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomi.

Lihat juga...