Aktivitas PT Sawit Nagan Raya Diduga Cemari Lingkungan

Petugas memperlihatkan spanduk pencabutan izin sementara PT Sawit Nagan Raya Makmur berlokasi di Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, diduga terkait pencemaran lingkungan, Kamis (25/3/2021) - Foto Ant

MAKMUE – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, membekukan sementara izin lingkungan, PT Sawit Nagan Raya Makmur, yang berlokasi di Desa Lamie, Kecamatan Darul Makmur. Hal dikarenakan adanya dugaan pencemaran lingkungan.

“Pembekuan izin sementara ini sebagai bentuk sanksi administratif kepada pihak perusahaan dari pemerintah daerah,” kata Kepala Bidang Analisis Dampak Lingkungan DLHK Kabupaten Nagan, Raya Jufrizal, Kamis (25/3/2021).

Sanksi penghentian izin sementara tersebut diberikan oleh pemerintah daerah, karena perusahaan diduga melakukan pencemaran lingkungan terkait limbah produksi kelapa sawit. Sebelum dilakukan pembekuan izin, pihaknya telah menyurati manajemen perusahaan, guna memberikan teguran terkait persoalan dugaan pencemaran lingkungan.

Namun, tidak mendapatkan respons, sehingga pemerintah daerah kemudian mengambil tindakan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. “Setelah semua perbaikan terkait penanganan limbah dan lingkungan, maka perusahaan baru diperbolehkan kembali beroperasi,” tambah Jufrizal.

Pimpinan PT Sawit Nagan Raya Makmur, Kabupaten Nagan Raya Aceh, M Syahid mengaku, pihaknya menerima sanksi administratif dari pemerintah daerah melalui DLHK. Meski tidak menginginkan sanksi tersebut, namun pihaknya mengaku menerima tindakan yang diberikan oleh pemerintah daerah tersebut. “Siap untuk membenahi persoalan limbah, sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...