AkuSikka Bantu Pelaku UMKM dan Ekraf Raih Sukses

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Terbentuknya Asosiasi Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Manengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka (AkuSikka) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dirasakan berdampak positif bagi pelaku usaha yang selama ini tidak memiliki tempat berkembang.

“Dengan bergabung di AkuSikka saya merasakan ada dampak positif bagi pelaku usaha kecil untuk bisa berkembang dan meraih sukses,” kata Yuyun Darti Baetal, pemiliki usaha Warkop La Galigo di Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (23/3/2021).

Pelaku usaha yang juga anggota Asosiasi Pelaku Usaha,Mikro, Kecil dan Menengah serta Ekonomi Kreatif Kabupaten Sikka (AkuSikka), NTT, Yuyun Darti Baetal saat ditemui di Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Sikka, Selasa (23/3/2021). Foto: Ebed de Rosary

Yuyun menyebutkan, di asosiasi AkuSikka terdapat berbagai program yang saling menunjang dan membantu pelaku wirausaha untuk meraih sukses.

Termasuk dengan dibukanya gerai AkuSikka kata dia, bisa membantu pelaku wirausaha menitipkan produk untuk dipasarkan serta bergabung di asosiasi dengan membangun jaringan dan relasi yang baru.

“Kami di asosiasi ada agenda untuk saling mengunjungi pelaku usaha sehingga membantu pemasukan pelaku usaha. Produk yang dihasilkan bisa dibeli atau dinikmati anggota lainnya,” ucapnya.

Yuyun menambahkan, dengan bergabung di AkuSikka pelaku usaha bisa mendapatkan berbagai informasi terkait akses biaya dan pengurusan proposal pinjaman dana, serta lainnya.

Selain itu kata dia, ada juga arisan sebulan sekali dan saat kegiatan tersebut ada sesi berbagi pengalaman dalam menjalankan usaha.

Juga lanjutnya, dalam pertemuan bulanan tersebut ada pendampingan dari master mentor disertai dengan belajar membuat produk.

“Di dalam asosiasi ada pakar dalam dunia usaha sehingga bisa berbagai ilmu dengan pelaku usaha lainnya yang baru merintis usaha,” terangnya.

AkuSikka juga sebut Yuyun, mengundang tenaga ahli pendamping desa yang berurusan dengan Usaha Kecil dan Menengah untuk berkolaborasi.

Hal ini perlu dilakukan, sebab misalnya di desa ada dana dan pemerintah desa ingin membuat pelatihan bagi pelaku wirausaha di desa, maka pihaknya siap memberikan ilmu dan berbagi kiat menjalankan usaha.

“Bergabung di asosiasi pelaku usaha memberikan banyak manfaat buat saya yang baru merintis usaha. Banyak ilmu dan relasi yang saya dapat berkat bergabung di AkuSikka,” ucapnya.

Sementara itu Ketua AkuSikka, Sherly Irawati, mengatakan, dalam situasi pandemi Corona seperti saat ini pihaknya selalu mengadakan pertemuan terbatas agar bisa saling menguatkan.

Sherly menyebutkan, pihaknya ingin agar adanya organisasi ini bisa membuat semakin banyak produk dari UMKM dan Ekraf di Kabupaten Sikka yang bisa naik kelas dan dikenal di Indonesia.

“Banyak produk usaha yang bisa bernilai jual dan berkualitas. Maka kita mendorong agar produk dari anggota bisa naik kelas dan dibeli. Bukan saja oleh warga di Kabupaten Sikka namun di Indonesia,” ucapnya.

Lihat juga...