Anggaran PBI Jaminan Kesehatan Warga Miskin di Pamekasan Rp45 miliar

Layanan BPJS Kesehatan - Foto Ant

PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur, mengalokasikan anggaran Rp45 miliar, untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga miskin dan kurang. Anggaran tersebut untuk membayar keikutsertaan di program jaminan kesehatan, melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Anggaran sebesar Rp45 miliar lebih ini untuk membayar iuran warga Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang tidak tercakup dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN),” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan, Sahrul Munir, Rabu (24/3/2021).

Kendati demikian diakui, belum semua warga miskin bisa tercakup dalam program tersebut, karena anggaran yang tersedia di APBD Pemkab Pamekasan terbatas. “Namun demikian, Pamekasan tergolong paling banyak dibanding tiga kabupaten lain yang ada di Madura ini,” tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Pamekasan, Eko D. Kesdu menjelaskan, saat ini jumlah warga Pamekasan yang tercakup program BPJS Kesehatan baru 75 persen, dari total jumlah penduduk di wilayah itu.

“Namun jika dibanding tiga kabupaten lain di Pulau Madura, seperti Bangkalan, Sampang dan Sumenep, cakupan kepesertaan program BPJS Kesehatan di Pamekasan paling tinggi,” katanya.

Berdasarkan data BPJS Kesehatan, peserta program JKN di wilayah itu sebanyak 654.544 jiwa atau sekitar 73,89 persen dari total jumlah penduduk. Di Kabupaten Bangkalan sebanyak 680.219 jiwa atau sekitar 63,65 persen dari total jumlah penduduk yang sebanyak 1.068.717 jiwa.

Di Kabupaten Sampang sebanyak 701.212 jiwa atau sekitar 82,72 persen dari total jumlah penduduk sebanyak 847.707 jiwa. Sementara di Kabupaten Sumenep, sebanyak 752.823 jiwa atau sekitar 66,82 persen, dari total jumlah penduduk sebanyak 1.126.724 jiwa. (Ant)

Lihat juga...