Anggota DPRD Garut Diperiksa Jaksa Terkait Reses dan BOP

Ketua DPRD Garut, Euis Ida, keluar dari kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (2/3/2021) – Foto Ant

GARUT – Kejaksaan Negeri Garut, kembali memeriksa anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, termasuk Ketua DPRD, terkait kasus penyelewengan dana reses dan biaya operasional (BOP).

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Garut, Deni Marincka menyebut, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan keterangan saksi, dalam kasus penyelewengan dana kegiatan di lembaga tersebut. “Kasus yang sedang ditangani reses dan BOP,” kata Deni, Rabu (3/3/2021).

Kejari Garut disebutnya, sedang melakukan proses pendalaman kasus penyelewengan dana, dengan memintai keterangan dari beberapa orang anggota DPRD Garut. Termasuk meminta keterangan dari Ketua DPRD Garut, Euis Ida, dan juga mantan anggota DPRD Garut periode 2014-2019.

Khusus pemanggilan terhadap Ketua DPRD Garut, Euis Ida, sudah dilaksanakan sejak Selasa (2/3/2021). Namun, rencana pemeriksaan terhadap saksi itu gagal, karena yang bersangkutan sempat tidak datang ke Kantor Kejari Garut dengan alasan ada kegiatan rapat. “Kemarin itu pemeriksaan terhadap Euis Ida urung dilakukan, karena ia hanya datang sebentar, dan kemudian pamit ke petugas resepsionis untuk balik lagi dengan alasan ada rapat,” ujarnya.

Ia menyampaikan, Kejari Garut selanjutnya akan melayangkan surat pemanggilan kembali terhadap Ketua DPRD Garut, sehingga dapat secepatnya mendapatkan informasi dan fakta lain terkait kasus tersebut.

Jika Ketua DPRD Garut tidak memenuhi panggilan, berdasarkan aturan, pihaknya dapat menjemput paksa dalam menjalankan proses hukum kasus penyelewengan dana di lingkungan DPRD Garut itu. “Kami akan koordinasi dengan pimpinan kami untuk melakukan penjemputan paksa jika sikapnya tetap seperti ini,” tegasnya.

Deny menyebut, Kejari Garut saat ini sudah memeriksa mantan anggota DPRD Garut periode 2014-2019 Endang Kahfi. “Kasus ini sedang ditangani, akan terus ditangani hingga benar-benar ada kejelasan, kami minta masyarakat untuk bersabar karena kasus ini masih kami tangani,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...