Atasi Kredit Macet, Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Kedepankan Prinsip Kekeluargaan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Mengatasi persoalan kredit macet di kalangan anggota, akibat dampak pandemi Covid-19, Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri, berkomitmen untuk tetap menerapkan pendekatan secara kekeluargaan.

Manager Umum Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul, Ambyah saat memberikan keterangan, Rabu (24/3/2021). Foto: Jatmika H Kusmargana

Selain sudah menjadi ciri dasar koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan, hal tersebut juga dilakukan dalam rangka meringankan beban para anggota yang memang tengah mengalami kesulitan ekonomi sejak setahun terakhir. Terlebih mayoritas anggota koperasi merupakan warga miskin atau keluarga pra sejahtera.

Manager Umum Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul, Ambyah tak menampik banyaknya anggota koperasi nasabah unit usaha Modal Kita yang saat ini kesulitan membayar angsuran bulanan. Dari  1.555 nasabah, tercatat sekitar 50 persennya mengalami kredit macet.

Hal tersebut disebabkan karena mayoritas anggota sangat terdampak pandemi Covid-19. Dimana sebagian besar anggota yang merupakan pedagang kecil, buruh tidak tetap, maupun petani, tak bisa bekerja sebagaimana biasanya, sehingga kesulitan mendapatkan pemasukan secara rutin setiap bulannya.

“Karena itu kita tetap berupaya mendorong anggota melaksanakan kewajibannya, yakni untuk membayar angsuran bulanan dengan cara-cara kekeluargaan. Misalnya dengan mendatangi rumah masing-masing anggota. Bahkan saya sebagai Manajer Umum ikut turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendekatan secara personal,” ungkapnya belum lama ini.

Menurut Ambyah, dengan cara tersebut, tak sedikit anggota nasabah koperasi yang pada akhirnya mau melaksanakan kewajibannya dalam melunasi angsuran bulanan. Meskipun masih ada anggota lain yang tetap menunggak karena kesulitan membayar angsuran bulanan tersebut.

Hingga Maret 2021 ini, unit usaha Modal Kita, yang dikelola Koperasi Gemah Ripah, tercatat telah menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp2,5 milyar lebih bagi sekitar 1555 warga Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo. Modal usaha tersebut berasal dari gelontoran pinjaman Yayasan Damandiri senilai Rp1,9 milyar sejak tahun 2017 lalu.

Lewat unit usaha Modal Kita itulah, Yayasan Damandiri berupa menggerakkan ekonomi warga desa. Akses modal usaha diberikan seluas-luasnya kepada warga miskin, baik itu dari kelompok keluarga pra sejahtera maupun sejahtera 1 dan 2. Sehingga mereka bisa memulai dan mengembangkan usahanya.

Dari situlah perekonomian warga desa Trirenggo diharapkan bisa semakin terangkat. Yang pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan seluruh warga desa.

Lihat juga...