Azolla Microphylla, Alternatif Pakan Budi Daya Ikan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Belum banyak masyarakat yang tahu tentang tanaman azolla microphylla. Padahal ada beragam manfaat dari tumbuhan, yang jika dilihat sepintas seperti lumut ini, dengan dominasi warna hijau terhampar di atas air menggenang.

Salah satu manfaat azolla yakni sebagai alternatif pakan, untuk budi daya perikanan dan peternakan. Pemberian pakan dengan jenis tanaman paku-pakuan yang hidup di air ini, bahkan bisa menekan biaya pakan pelet sampai 70 persen.

“Azolla microphyllamemiliki sejumlah manfaat sebagai pakan utama budi daya ikan, yakni tanaman ini mengandung vitamin A, B12, beta karoten, dan aneka mineral serta protein tinggi. Sehingga jika digunakan untuk pakan ikan, tekstur daging ikan menjadi lebih padat. Berat ikan juga bertambah, jika dibandingkan dengan hanya pemberian pelet dalam tempo waktu yang sama,” papar penggagas sekaligus pegiat azolla microphylla, Irwan Dermawan, saat ditemui di Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Senin (1/3/2021).

Penggagas sekaligus pegiat azolla microphylla, Irwan Dermawan, saat ditemui di Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Senin (1/3/2021). Foto: Arixc Ardana

Diterangkan, dengan penggunaan azolla microphylla, juga lebih menghemat pelet. “Penggunaan pelet bisa ditekan hingga 50 persen. Ini jika digunakan untuk pakan ikan lele, jadi 50 persen pelet dan 50 persen lainnya, azolla microphylla. Sementara, jika untuk pakan ikan nila, bahkan bisa lebih tinggi lagi 70 persen azolla microphylla dan 30 persen pelet,” lanjut pria, yang juga pemilik usaha Azolla Lele Semarang tersebut.

Tidak hanya untuk budi daya perikanan, azolla microphylla juga bisa digunakan sebagai campuran pelet untuk peternakan, khususnya untuk ternak ayam petelur.

“Sudah ada teman saya yang mempraktikkan, dengan mencampur pelet ayam dan azolla microphylla. Hasilnya, telur ayam yang diperoleh berukuran lebih besar, kemudian kuning telur juga lebih oranye. Ini karena kandungan protein azolla microphylla sangat tinggi, bahkan setara dengan kedelai,” tambahnya.

Kembali ke bidang perikanan, penggunaan azolla microphylla juga mampu memproduksi oksigen terlarut, yang dibutuhkan ikan untuk bernafas, sehingga kolam ikan tidak perlu lagi diberi aerator atau alat yang digunakan untuk membantu melarutkan oksigen, yang ada di udara ke dalam air kolam.

“Hanya saja, jika ditaruh langsung di atas air kolam, biasanya azolla microphylla, akan habis dimakan ikan-ikan. Untuk menyiasatinya, harus diberi wadah berpelampung, sehingga tanaman ini aman,” tandasnya.

Dijelaskan, dalam prosesnya, untuk bisa dijadikan campuran pelet, azolla microphylla harus difermentasikan terlebih dahulu, dengan tujuan untuk menurunkan serat kasar tanaman tersebut, sehingga mudah dicerna oleh ikan.

Caranya dengan mencampur azolla microphylla dan pelet ikan, bisa berupa dedak, dengan perbandingan 50 : 50 untuk pakan lele, hingga 70 : 30 untuk pakan ikan nila. Setelah tercampur dengan baik, tambahkan biang fermentasi.

“Simpan dalam plastik atau karung yang kedap air, kemudian ikat sampai rapat. Tunggu hingga proses fermentasi sekitar 3-4 hari. Setelah itu, hasil fermentasi tadi bisa langsung diberikan pada ikan sebagai pakan dengan protein tinggi,” tandasnya.

Sementara, petugas UFC Dispertan Kota Semarang, Wahyudi memaparkan selama ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui apa itu azolla microphylla, sehingga perlu dilakukan sosialisasi.

“Termasuk, dalam pelatihan budi daya ikan dalam ember (budikdamber) yang kita lakukan, para peserta juga diperkenalkan tentang azolla microphylla. Ini bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ikan, yang dibudidayakan melalui metode budikdamber,” terangnya.

Dijelaskan, untuk budi daya azolla microphylla juga tidak memerlukan lahan yang luas atau kolam khusus. Penggunaan ember atau wadah bekas lainnya juga bisa.

“Untuk skala rumahan, bisa menggunakan ember, sebab azolla microphylla ini dapat mudah tumbuh. Setelah 15 hari sejak pertama kali benih ditebar, tanaman ini sudah bisa dipanen dan terus berlanjut setiap hari,” pungkasnya.

Lihat juga...