Banyak Satwa Liar Diselundupkan dari Sumatera ke Jawa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Penyelundupan satwa liar berbagai jenis masih marak terjadi melalui jalur darat. Kesadaran  nilai penting satwa, flora, dan kehidupan liar yang rendah berimbas masih tingginya penyelundupan satwa.

Demikian diungkapkan Nugraha Putra, Koordinator Wilayah Sumatera Flight Protecting Indonesia’s Birds. Satwa jenis burung dikirim via darat, laut dengan modus ekspedisi, kendaraan penumpang.

Nugraha Putra, Koordinator Wilayah Sumatera LSM Flight Protecting Indonesia’s Birds, dijumpai Kamis (4/3/2021) – Foto: Henk Widi

Non Government Organization (NGO) Flight, sebut Nugraha Putra, yang peduli pada satwa jenis burung itu terus mencegah penyelundupan satwa.

Kolaborasi intelijen dilakukan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Karantina Pertanian Lampung. Melindungi satwa liar dari kepunahan sebutnya sesuai dengan amanah dunia internasional.

Nugraha Putra bilang setiap tanggal 3 Maret diperingati sebagai Hari Kehidupan Liar Sedunia (World Wildlife Day).

Peringatan tersebut ditetapkan oleh Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Implementasi pada wilayah pulau di Indonesia NGO Flight ikut mencegah penyelundupan satwa. Sepanjang 2019 hingga 2021 telah digagalkan puluhan ribu satwa didominasi burung liar.

“NGO Flight Protecting Indonesia’s Birds fokus pada penyelamatan satwa jenis burung dengan melakukan pencegahan pengiriman ke pulau Jawa dari Sumatera, meski sebagian lolos diseberangkan namun sebagian bisa diselamatkan untuk dilepasliarkan kembali ke alam bebas,” terang Nugraha Putra saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (4/3/2021).

Nugraha Putra bilang peringatan World Wildlife Day erat hubungannya dengan konferensi spesies dalam bahaya. Sejak konferensi CITES di Bangkok tahun 2013 silam disepakati perlindungan pada flora dan fauna yang hampir punah.

Melalui Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna dan Flora (CITES) dilakukan untuk menghargai keberagaman hayati dunia.

Kampanye untuk kesadaran perlindungan satwa liar dilakukan dengan langkah nyata. Sepanjang 2019 hingga 2020 telah diselamatkan lebih dari 40.000 satwa jenis burung.

Memasuki awal tahun 2021, koordinasi lintas sektoral diantaranya Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni diamankan lebih dari 5.000 ekor satwa jenis burung. Selain itu satwa liar jenis kura-kura, ular, kera dan satwa liar lain kerap diselundupkan.

“Penyelundupan memanfaatkan moda transportasi kendaraan pribadi, truk ekspedisi dengan modus disamarkan bersama barang lain,” bebernya.

Jenis satwa liar burung sebut Nugraha Putra cukup beragam. Kategori burung tersebut di antaranya hampir punah dan dilindungi.

Beberapa burung yang berhasil diamankan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni meliputi ciblek, jalak kebo, betet, kutilang, perkutut, tekukur, cucak ijo, cucak ranting. Berbagai jenis burung liar diselundupkan dengan memakai keranjang buah meski rentan kematian.

Pelepasliaran dilakukan setelah dokumen penyitaan dilakukan oleh KSKP Bakauheni dan Karantina Lampung. Pelepasliaran melibatkan petugas BKSDA Bengkulu Seksi III Wilayah Lampung.

Sebab sejak awal 2021 tercatat lebih dari lima kali pengiriman satwa burung dengan total lebih dari 5.000 ekor. Sejumlah satwa liar diserahkan ke petugas Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Satwa liar yang dilindungi akan dikarantina pada pusat penyelamatan satwa, sebagian dilepasliarkan pada kawasan hutan Gunung Rajabasa,” cetus Nugraha Putra.

Perdagangan satwa sebutnya menjadi perhatian bagi World Wild Fund for Nature (WWF) sebagai bagian dari kejahatan terhadap satwa dan flora liar (Wildlife crime). Wildlife crime memberikan dampak secara ekonomis, lingkungan dan sosial.

Permintaan tinggi akan satwa liar dari pehobi, kolektor menjadi penyebab perburuan. Meski upaya penangkaran telah dilakukan namun sebagian oknum memilih menangkap satwa di alam liar.

Suhairul, petugas pengawasan lalu lintas satwa liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu seksi III Wilayah Lampung saat pelepasliaran satwa jenis burung, Kamis (4/3/2021) – Foto: Henk Widi

Suhairul, Petugas Pengawasan Lalu Lintas Satwa Liar BKSDA Bengkulu wilayah Seksi III Lampung menyebut satwa diselundupkan didominasi burung. Bekerjasama dengan instansi lain ia melakukan pengawasan satwa yang akan dilalulintaskan.

Penyelundupan digagalkan karena melanggar aturan. Penyelundupan satwa sebutnya melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam.

Lihat juga...