Banyumas Klaim Angka Kematian Covid-19 Turun Dratis

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, di Purwokerto, Senin (22/3/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Sepanjang 2021, Kabupaten Banyumas mengklaim angka kematian akibat Covid-19 terus mengalami penurunan. Bahkan, di bulan Maret ini angka kematian turun dratis hingga 64 persen.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, angka kematian Covid-19 tahun ini tertinggi pada bulan Januari, yaitu mencapai 135 kasus, kemudian Februari turun menjadi 71 kasus dan sampai dengan minggu ke empat bulan Maret ini angka kematian ada 18 kasus.

“Bulan Maret ini penurunan angka kematian akibat Covid-19 cukup signifikan, yaitu sampai 64 persen dan ini sudah hampir memasuki minggu terakhir bulan Maret. Semoga saja tidak ada penambahan kasus kematian,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, Senin (22/3/2021).

Lebih lanjut Sadiyanto menjelaskan, banyak faktor yang mempengaruhi turunnya angka kematian Covid-19. Selain pemberian vaksin yang sudah menjangkau lebih dari 30.000 warga Kabupaten Banyumas, kesadaran warga akan pentingnya menjaga protokol kesehatan di tengah aktivitas di luar rumah, juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi turunnya angka kematian.

“Program vaksin sudah berlangsung dua bulan dan kesadaran masyarakat untuk memproteksi diri dengan menerapkan protokol kesehatan juga meningkat. Ini yang sangat penting untuk memutus rantai penyebaran, serta melindungi para kormobid dan orang tua dari Covid-19, sehingga angka kematian juga menurun,” jelasnya.

Penurunan juga terjadi pada jumlah kasus baru Covid-19. Penambahan kasus Covid-19 tertinggi di Banyumas, lanjutnya, terjadi pada Desember 2019, di mana dalam satu bulan ada 2.700 kasus positif baru. Untuk bulan Januari 2021 mulai turun, hanya 1.700, bulan Februari kembali menurun hanya 1.300 kasus baru dan sampai sekarang baru ada penambahan kasus baru 700 orang.

Menurut Sadiyanto, penurunan jumlah kasus Covid-19, juga berdampak pada penurunan tingkat hunian perawatan di sejumlah rumah sakit di Banyumas. Jika sebelumnya pasien Covid-19 yang menjalani perawatan rata-rata mencapai 400 orang per hari, saat ini hanya pada kisaran 48 -50 orang per hari.

Terpisah, Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, program vaksinasi terus dilakukan secara masif. Terutama bagi kalangan yang diprioritaskan, seperti orang lanjut usia atau lansia, para tenaga medis, petugas pelayanan publik dan sekarang juga mulai dilakukan kepada kalangan pendidik atau guru.

“Sebentar lagi kita akan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), sehingga untuk guru yang sekolahnya akan PTM, dilakukan vaksinasi terlebih dahulu,” katanya.

Lihat juga...