BATAN Terus Berupaya Ciptakan Benih Padi Unggul

Editor: Koko Triarko

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Totti Tjiptosumirat, dalam berbagai kegiatan BATAN. –Dok: CDN

JAKARTA – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus berupaya membantu penyediaan benih varietas unggul padi, dalam rangka membangun ketahanan pangan. Tercatat, sudah ada 28 varietas unggul yang dikeluarkan oleh BATAN dan disalurkan ke masyarakat melalui kerja sama dengan penangkar.

Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN, Totti Tjiptosumirat, menyampaikan sebagai lembaga yang melakukan litbang nuklir untuk pertanian, BATAN berkomitmen untuk dapat menyediakan benih varietas padi unggulan.

“Dengan kerja sama dengan pihak penangkar, BATAN berupaya membantu para petani untuk mendapatkan varietas unggul padi dan mendorong tercapainya ketahanan pangan,” kata Totti saat dihubungi oleh Cendana News, Selasa (30/3/2021).

Tak hanya penangkar, lanjutnya, BATAN juga bekerja sama dengan pelaku Agro Tekno Park (ATP) bimbingan BATAN, calon PPBT pertanian, dan beberapa BUMN.

“Tahun ini karena pandemi, BATAN belum bisa mengeluarkan varietas baru padi,” ucapnya.

Tapi, sesuai Renstra 2020-2024, fokus kegiatan PAIR di bidang pertanian adalah menghasilkan varietas baru dengan produktivitas yang tinggi.

“Dalam Renstra PAIR, target pemuliaan tanaman dibagi menjadi dua, yaitu pemuliaan tanaman nasional dan lokal daerah, dengan tujuan meningkatkan produksi tanaman padi, tahan hama, dan tidak mudah rebah,” ucapnya lebih lanjut.

Untuk pemuliaan varietas tanaman padi nasional, ditekankan pada kualitas hasil, sedangkan untuk padi lokal penekanannya pada rasa yang tetap disukai oleh masyarakat setempat.

“Pengembangan varietas padi lokal telah dilakukan PAIR melalui kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, seperti Kabupaten Kerinci, Musi Rawas, Klaten, Sijunjung, Solok, Tabanan, Buleleng, dan Landak,” ucapnya lebih lanjut.

Totti menyebutkan, untuk mengaitkan jumlah varietas unggulan dengan keberhasilan ketahanan pangan, dibutuhkan survei yang menyeluruh.

“BATAN pernah mencoba, namun tidak bisa melakukannya. Karena banyaknya rantai stakeholders yang berhubungan dengan hal ini,” kata Totti.

BATAN mengeluarkan varietas benih padi unggulan pertama kali pada 1982, yaitu Atomita 1. “Lalu secara bertahap keluar hingga mencapai 28 bibit padi unggulan. Yang terakhir pada 2020, ada tiga varietas, yaitu, Lampai Sirandah, Sinar 1, Sinar 2,” kata Totti.

Pada 2019, ada tiga varietas, yaitu Rojolele Srinar, Rojolele Srinuk. Pada 2018, Mustajab, 2017 Mustaban Agritan, 2015 Tropiko, 2012 Inpari Mugibat, Suluttan Unsrat 1 dan Suluttan Unsrat 2. Dan, pada 2011 Inpari Sidenuk, 2010, Pandan Putri, 2008, Bestari, 2006, Mira 1, 2004 Mayang dan Yuwono, 2003 Winongo, Kahayan dan Diah Suci, 2001 Meraoke dan Woyla, 1996, Cilosari, 1992, Situgintung, 1991, Atomita 4, 1990, Atomita 3, dan 1983 Atomita 2.

“Karena kita bekerja sama dengan penangkar untuk penyebarannya, maka BATAN tidak memiliki data detail terkait berapa jumlah yang dipergunakan oleh petani. Karena tugas BATAN hanya sebagai peneliti benih sumber. Untuk ke petani itu penangkar,” pungkasnya.

Lihat juga...