Bea Cukai Jateng-DIY Musnahkan 25,6 Juta Batang Rokok Ilegal

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Angka penyelundupan rokok ilegal di wilayah Jateng-DIY, masih sangat tinggi. Hal ini terbukti, dari pemusnahan 25,6 juta batang rokok ilegal yang merupakan hasil penindakan Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang, KPPBC Kudus, KPPBC Tegal dan KPPBC Magelang, dalam periode Januari 2019 hingga Januari 2021.

Total nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 21,85 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 11,66 miliar.

“Kasus penyelundupan rokok ilegal yakni rokok tanpa dilengkapi pita cukai atau cukai palsu, masih tinggi. Selama ini, dalam produk rokok legal, cukai ini mencakup 60 persen dari harga jual. Itu sebabnya, para pelaku, berupaya menyelundupkan rokok tanpa cukai, agar harganya lebih murah,” papar Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Moch Arif Setijo Nugroho, disela pemusnahan rokok ilegal di halaman Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Semarang, Kamis,, Kamis (25/3/2021).

Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar peredaran rokok ilegal ini, bisa dicegah. “Penyelundupan rokok ilegal ini jelas merugikan negara karena mereka tidak membayar pajak cukai kepada pemerintah. Disatu sisi, kita juga himbau agar para pelaku rokok ilegal ini, untuk melegalkan usaha mereka, sehingga bisa berbisnis secara legal,” tandasnya.

Ditambahkan, dalam pemusnahan tersebut dilakukan empat lokasi berbeda yakni di KPPBC Semarang, KPPBC Kudus, KPPBC Tegal, dan KPPBC Magelang.

“Secara keseluruhan Barang Milik Negara (BMN) yang dimusnahkan terdiri dari 25,6 juta batang rokok ilegal, 20 kg tembakau iris, 6.800 keping pita cukai rokok yang diduga palsu, 32 buah alat pemanas, 93 liter Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), dan 3.560 ml Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL),” tandasnya.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, di sela pemusnahan rokok ilegal di halaman KPPBC Tipe Madya Pabean Semarang, Kamis,, Kamis (25/3/2021). -Foto Arixc Ardana

Hal senada juga ditegaskan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani. Ditandaskan, upaya pemberantasan rokok ilegal akan dilakukan terus menerus, dari hulu hingga hilir.

“Meski saat ini masih terjadi pandemi, namun ternyata tidak menyurutkan para pelaku penyelundupan. Mereka tetap berupaya melakukan tindakan ilegal. Untuk itu, saya minta agar seluruh jajaran terus melakukan pengawasan dan pemberantasan. Ini menjadi upaya dalam pengamanan keuangan negara, penciptaan iklim usaha yang sehat, dan kelancaran pembangunan,” tandasnya.

Pihaknya juga mendorong agar saat ini para pengusaha rokok yang belum legal, bisa segera melengkapi persyaratan sehingga dapat berbisnis dengan baik.

“Ayo yang belum legal, untuk segera dilegalkan, karena legal itu mudah. Perizinannya tidak berbelit-belit. Jajaran Bea Cukai di seluruh daerah, juga akan memberikan pelayanan terbaik dan berintegritas,” tegasnya.

Di sisi lain, Askolani juga meminta agar sinergitas antar aparat penegak hukum (APH), terus dijalin dengan baik. Termasuk dengan TNI, Polri, Kejaksaan, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.

“Saling sinergi ini, untuk semakin memudahkan koordinasi, pengawasan dan saling membantu dalam melakukan pengawasan terkait peredaran rokok ilegal,” ungkapnya.

Terbukti dari sinergi antar APH ini, selama setahun terakhir, Bea Cukai di wilayah Kanwil DJBC Jateng – DIY, telah berhasil melakukan 433 penindakan ,dengan jumlah rokok ilegal yang disita mencapai 62,6 Juta batang.  Dari angka tersebut, nilainya sekitar Rp 65 miliar dengan potensi kerugian negara yang terselamatkan mencapai Rp 38,4 miliar.

Lihat juga...