Beberapa Aparat Desa di Sikka Diduga Selewengkan Dana

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Kantor Inspektorat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan adanya dugaan penyelewengan dana di beberapa desa.

Kepala Kantor Inspektorat Kabupaten Sikka, NTT, Germanus Goleng saat ditemui di kantornya di Jl. El Tari Maumere, Kamis (4/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Dari audit yang kami lakukan baik audit reguler maupun berdasarkan laporan masyarakat, ditemukan adanya dugaan penyelewengan dana di beberapa desa,” sebut Kepala Inspektorat Kabupaten Sikka, NTT, Germanus Goleng saat ditemui di katornya, Kamis (4/2/2021).

Germanus menyebutkan, dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dilakukan, beberapa desa seperti Kopong, Kecamatan Kewapante ada dugaan penyalahgunaan dana sebesar Rp201 juta.

Dia katakan, selain itu Desa Gera dan Bhera di Kecamatan Mego serta Desa Nita di Kecamatan Nita juga sudah selesai dilakukan pemeriksaan.

“Untuk Desa Kopong, dugaan penyelewengan dilakukan bendahara desa. Berkas LHP sudah diberikan kepada pemerintah desa dan dinas terkait tanggal 5 Januari 2021,” ucapnya.

Sementara itu kata Germanus, LHP dari Desa Bhera sudah diserahkan tanggal 4 Februari 2021 lalu serta Desa Gera, Nita dan beberapa lainnya akan diserahkan juga untuk ditindaklanjuti.

Ia menambahkan, dugaan penyelewengan dana harus diselesaikan selama 60 hari semenjak LHP diterima oleh pemerintah desa dan pihak terkait, termasuk aparat desa bersangkutan.

“Setelah 60 hari maka kasus tersebut bisa diambil alih oleh kejaksaan atau kepolisian. Untuk Desa Bhera, dana yang diduga diselewengkan sejumlah Rp1,2 juta,” terangnya.

Germanus mengungkapkan, untuk Desa Gera pemeriksaan dilakukan terhadap penggunaan dana oleh mantan kepala desa dan penjabat kepala desa dan hasilnya juga akan diserahkkan.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang memberikan laporan sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan dana desa. Kita berharap penggunaan dana desa dilaksanakan sesuai dengan aturan dan jangan ada penyelewengan dana,” tuturnya.

Masyarakat Desa Bhera, Yulius Agavitus yang ditemui di kantor Inspektorat Sikka mengakui pihaknya melaporkan adanya dugaan penyelewengan dana yang dilakukan oleh kepala desa.

Yulius menyebutkan pihak Inspektorat Sikka sudah memberitahukan kepada warga mengenai hasil pemeriksaan yang dilakukan dan berkasnya sudah diberikan kepada pemerintah desa dan BPD.

“Kami mengharapkan agar pihak Inspektorat Sikka bisa melakukan audit atau pemeriksaan terhadap penggunaan dana lainnya secara menyeluruh. Kami menduga ada penyalahgunaan dana untuk beberapa item pekerjaan pembangunan,” ungkapnya.

Lihat juga...