Belum PTM, Pengajian Anak di Pedesaan Bandung Terus Dioptimalkan

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Meski seluruh kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah ditiadakan selama masa pandemi, namun aktvitas pengajian anak-anak di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung tetap diperbolehkan.

Kepala Desa Pinggirsari, Wawan Somantri mengatakan, pihaknya mempersilakan seluruh kelompok pengajian anak-anak di desa tersebut untuk menyelenggarakan pembelajaran di masjid masing-masing.

“Saya siap bertanggung jawab apabila kegiatan pengajian anak-anak ini dipermasalahkan. Bagi kami, seluruh aktivitas keagamaan, termasuk pengajian harus terus berjalan, tidak boleh dilarang apalagi dihentikan,” kata Wawan saat memberikan sambutan pada pembukaan imtihan pengajian anak di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Cimantri.

Wawan mengaku prihatin dengan situasi pendidikan saat ini, yang sampai sekarang belum juga ada kejelasan kapan dimulainya proses pembelajaran tatap muka. Pasalnya, ia khawatir, jika semakin lama, gairah anak-anak untuk belajar semakin berkurang dan ancaman putus sekolah kian meningkat.

“Di desa ini saja anak-anak sekolah sudah banyak yang bekerja, entah belajar atau tidak, kita tidak tahu. Ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu saya tidak melarang kegiatan belajar apapun di tempat kami, meskipun berkumpul dalam jumlah besar,” tukas Wawan.

Di tempat lain, Iim, salah seorang Guru Ngaji di Kampung Cimantri mengaku bersyukur, sejauh ini pengajian anak tidak mendapat larangan dari aparatur desa setempat.

“Pengajian ini selain membekali karakter anak dan memperkaya ilmu agama mereka, juga semakin penting untuk menjaga semangat anak agar tetap punya minat belajar, di saat sekolah umum masih ditutup,” kata Iim.

Ia pun menyebut, pihaknya tetap selalu menganjurkan anak-anak untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Imbauan itu selalu kita sampaikan baik kepada anak maupun kepada orangtua mereka. Kita berharap semoga penyakit corona segera hilang dan kehidupan kembali normal seperti dulu,” pungkas Iim.

Lihat juga...