BI-Pemkot Palu Mulai Digitalisasi Transaksi Keuangan di Pasar Tradisional

PALU — Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota Palu memulai digitalisasi transaksi keuangan di pasar-pasar tradisional di Kota Palu.

Pedagang di sejumlah pasar besar di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tersebut menjadi sasaran digitalisasi transaksi keuangan menggunakan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) itu.

“Kondisi pandemi membuat mobilitas manusia dibatasi tapi kita tidak ingin perekonomian di Palu menurun sehingga kami mendorong perputaran uang bisa tetap cepat tapi tetap menerapkan protokol kesehatan maka solusinya melakukan transaksi keuangan secara digital,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulteng M. Abdul Majid Ikram dalam acara Kick Off Penggunaan Aplikasi Digital QRIS Bagi Pedagang Pasar Tradisional di Kota Palu, Rabu (31/3/2021).

Ia menyatakan transaksi keuangan secara digital penting dilakukan mengingat akibat pandemi perekomian di Palu menurun karena daya beli masyarakat turun disebabkan enggan melakukan transaksi secara tunai agar tidak terpapar COVID-19.

“Kami ingin membantu agar aktivitas berjualan pedagang di pasar bisa tetap berjalan dan pembelinya meningkat, makanya kita dorong menggunakan QRIS. Kalau pakai uang tunai banyak tangan yang sentuh,”ujarnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Palu dr.Reny Lamadjido berharap ke depan tidak ada lagi transaksi secara tunai antara pembeli dan pedagang di pasar-pasar di Palu tapi secara digital agar lebih akuntabel.

“Sebenarnya transaksi digital ini sudah lama dilakukan tapi di daerah-daerah di luar Palu. Kota Palu baru sekarang. Saya yakin transaksi ini tidak sulit diterapkan apalagi banyak pedagang uang punya smartphone android,”ujarnya.

Ia yakin jika dengan transaksi keuangan secara digital akan menekan potensi penularan dan penyebaran COVID-19 dan tentunya meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah. (Ant)

Lihat juga...